Jumat, 29 Maret 2019 - 01:08:27 WIB

Dukung Implementasi IA-CEPA, BKPM Fasilitasi Kerjasama Investor - Pemkot Ambon

Penulis : Redaksi
Kategori: EKONOMI DAN BISNIS - Dibaca: 197 kali


Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melalui kantor Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) Sydney didukung oleh KBRI di Canberra dan Konsul RI di Darwin memfasilitasi kerjasama antara calon potensial investor Australia di bidang edukasi, Global Labour Solutions (GLS) dengan Pemerintah Kota Ambon melalui program Pelatihan dan Penempatan kerja tenaga perawat dari Ambon di Aged Care Australia. Program ini salah satu wujud Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) yang ditandatangani 4 Maret 2019 lalu. Pada tahap awal, akan diberangkatkan 50 tenaga perawat panti Jompo ke Australia.

Pejabat Promosi Investasi IIPC Sydney Sri Moertiningroem menyatakan bahwa kerjasama yang dilakukan merupakan salah satu bentuk implementasi IA-CEPA, yang salah satu sektor prioritasnya adalah kesehatan dan pendidikan.

“Kerjasama yang dilakukan ada tiga program Pertama, pelatihan dan penempatan pelajar lulusan perawat di aged care atau care givers. Kedua, pemagangan mahasiswa akhir tahun atau lulusan universitas di perusahaan pertambangan di Australia. Terakhir, penempatan tenaga kerja di pemerintahan Northern Territory Australia dengan skema yang ada,” jelasnya dalam keterangan resmi kepada media, Kamis (28/3).

Sri melanjutkan bahwa kerjasama dengan Pemerintah Kota Ambon menjadi prioritas awal, karena Pemerintah Kota Ambon telah memiliki Letter of Intent yang ditandatangani pada November 2016 lalu dalam kegiatan IABS di Adelaide. “Untuk pelatihan dan penempatan tenaga perawat di Aged Care Northern Territory dan sekitarnya,” lanjutnya.

Walikota Ambon Richard Louhenapessy menyebutkan bahwa awalnya mereka hanya menyiapkan 25 tenaga perawat panti jompo yang akan diberangkatkan ke Australia. “Sesuai kesepakatan awal, sebenarnya hanya 25 orang yang akan dibiayai oleh Pemkot Ambon. Tetapi kita berupaya agar lebih banyak perawat yang akan dikirimkan ke Australia untuk bekerja. Sehingga GLS menambahkan bantuan pembiayaan untuk 25 orang. Total yang siap berangkat menjadi 50 tenaga perawat,” urainya.

Para tenaga perawat akan mengikuti program pelatihan berbahasa Inggris dan pemagangan kerja selama dua sampai tiga bulan di Kota Ambon. Pelatihan akan dilanjutkan di Australia mengenai berbagai hal terkait kebutuhan tenaga perawat dan budaya masyarakat Australia.

Dari data BKPM, realisasi investasi dari Australia sepanjang tahun 2018 mencapai USD 594,7 juta, meningkat dari tahun 2017 dengan total realisasi investasi Australia sebesar USD 513,9 juta. Saat ini Australia berada di peringkat 10 besar di bawah Singapura, Jepang, RRT, Hongkong, Malaysia, Korea Selatan, Amerika Serikat, British Virginia Islands dan Belanda.