Senin, 28 Januari 2019 - 19:36:53 WIB

Lets Talk About Lupus, Membangun Keakbraban dengan Gathering Odapus

Penulis : Redaksi
Kategori: RAGAM BERITA - Dibaca: 288 kali


Kekompakan dan keceriaan tampak pada wajah para Odapus, relawan dan pemerhati pada “Lets Talk About Lupus: Chapter Jakarta yang dilaksanakan di Kalbis Institute, Jakarta.

Acara gathering Odapus (orang dengan Lupus) ini bertemakan “Lets Talk About Lupus: Chapter Jakarta” tersebut merupakan kegiatan dalam rangka roadshow akhir tahun Relawan Lupus Indonesia (RELI) yang ditujukan bagii Odapus, penyintas penyakit kronis, relawan, dan umum dengan menghadirkan pembicara dr. Anna Ariane, SpPD, dokter divisi reumatologi dari RSCM bersama dengan tim RELI. “Kita bersama berjuang sebagai penyintas, dan kami mengedukasi Odapus dapat hidup lebih baik dan bersahabat dengan Lupus,” tutur Fitria Andriyani dalam sambutannya mewakili volunteer pada pembukaan acara.

Kegiatan pada hari itu dikemas dalam bentuk mini seminar dan edukasi serta games yang diikuti oleh lebih dari 50 orang yang terdiri dari Odapus, penyintas penyakit kronis, dokter, pemerhati, dan umum. Pembukaan acara dibuka oleh perwakilan dari Kalbis Institute Jakarta dan dihadiri oleh perwakilan dari Kimia Farma Unit Bisnis Jakarta. Acara pertama dimulai dengan perkenalan dan edukasi tentang apa itu RELI dan apa visi dan misi RELI. yaitu mewujudkan masyarakat Indonesia yang teredukasi tentang penyakit Lupus dan lebih ramah kepada Odapus melalui edukasi yang benar, menghilangkan stigma negatif tentang Lupus serta anti bully.

Acara berikutnya dilanjutkan dengan icebreaking berupa senang otak dan edukasi tentang Lupus oleh dr. Anne Ariane, SpPD tentang penatalaksanaan umum Lupus, edukasi tentang obat, kehamilan pada Odapus, diet dan olahraga yang baik bagi Odapus, serta program rehabilitasi bagi Odapus yang mengalami kekambuhan. “Odapus sebaiknya ditangani oleh dokter yang ahli dan kompeten, pengobatan teratur, melakukan kegiatan yang dianjurkan untuk dapat hidup normal serta memiliki kualitas hidup yang baik. Aktivitas dapat dilakukan seperti biasa namun sebaiknya menghindari aktivitas fisik yang berlebihan. Diet gizi Odapus harus seimbang sesuai kebutuhan kalori, diet rendah lemak untuk menghindari risiko penyakit jantung, serta meningkatkan konsumsi kalsium dan vitamin D. Tidak ada pantangan khusus untuk Odapus,” demikian yang dipaparkan dr. Anna dalam penjelasannya.

Acara setelah rehat siang dilanjutkan dengan edukasi cara konsumsi obat yang benar bagi Odapus termasuk saat berpuasa dan poin-poin penting yang harus dicatat oleh Odapus untuk mencapai hidup yang lebih sehat: memahami “alarm” tubuh untuk mencegah kekambuhan, menjaga kondisi fisik serta fisik. “Odapus harus tidak lupa untuk tetap bahagia,” kata Yuliana Sunariyati, salah satu relawan RELI menambahkan. (az)