Kamis, 10 Januari 2019 - 23:02:23 WIB

Suyud Margono : Terlalu Tergesa Astra Gugat Pembatalan Merek Terhadap "KlikACC"

Penulis : Redaksi
Kategori: EKONOMI DAN BISNIS - Dibaca: 245 kali


Ahli hukum kekayaan intelektual (HKI), Dr. Suyud Margono, SH., MHum., FCIArb. menilai, upaya PT Astra Sedaya Finance selaku pemilik brand "ACC + logo" yang mengajukan gugatan pembatalan merek terhadap merek terdaftar "KlikACC + Logo" milik PT. Aman Cermat Cepat, merupakan langkah yang sangat tergesa-gesa. Pasalnya selain logo keduanya sangat berbeda, dan acc dalam KlikACC adalah singkatan dari nama PT Aman Cermat Cepat, juga kata acc sesungguhnya adalah nama atau brand yang umum digunakan oleh siapa saja untuk menyatakan sebuah persetujuan (proven).

"Logo/merek “ACC” milik PENGGUGAT tidak memiliki kesamaan pada keseluruhannya (totally identical) maupun persamaan pada pokoknya (principally similar) dengan Logo/merek “KlikACC” milik TERGUGAT. Selain itu, ACC adalah nama yang sebetulnya nama atau brand yang umum yang merupakan persetujuan atau proven dari pihak lain kepada pihak ketiga lainnya. Jadi menurut saya, secara singkat, sangat tergesa-gesa apabila pihak Astra mengajukan gugatan pembatalan merek milik KlikACC ini", kata Suyud usai menjadi saksi ahli dalam kasus Gugatan Pembatalan Merek, di PN Jakarta Pusat, Kamis (10/1).

Suyud memaparkan ringkas kasus Gugatan Pembatalan Merek tersebut : Ada perusahaan, Astra Company dengan merek "ACC" yang sudah lama ada, dengan bidang usahanya financial, termasuk peminjaman termasuk financing di berbagai industri, termasuk industri micro finance. 

Sekarang juga sedang dikembangkan secara online, suatu pear to pear landing untuk peminjaman terhadap usaha kecil dengan modal terbatas. Si pemiliknya sudah mendaftarkan dengan nama "KlikACC" yang sebenarnya merupakan singkatan dari nama PT Aman Cermat Cepat. "Jadi tidak ada itikad tidak baik dari pemiliknya menggunakan penamaan ACC, hanya kebetulan saja (singkatan) namanya sama", ujar Suyud.

Suyud menjelaskan, sebetulnya sekarang seluruh bidang hampir keseluruhan dilakukan secara online, dan berbasis pada teknologi informasi. "Tentunya dengan penamaan "klik", termasuk KlikACC disini, dapat merugikan dari pihak Astra ACC itu sendiri. Hanya kebetulan mereka tidak meregistrasi terlebih dahulu penamaan "klik" dengan acc (klikACC)", imbuhnya.

"Problem lain (dalam kasus ini), usaha pemilik KlikACC tersebut tidak terbukti adanya pendomplengan atau mengambil keuntungan dari penamaan ACC yang sudah ada", lanjut Suyud.

Menurut Suyud, sebagai jalan keluar, seharusnya terlebih dahulu bisa diajukan semacam cross lisence artinya sama-sama menggunakan penamaan "klik". "Dan apabila penamaan KlikACC ini merugikan Astra, di Undang-undang merk juga dapat dimungkinkan upaya alternatif penyelesaian sengketa baik itu mediasi ataupun arbitrase", pungkas Dosen Bidang Kekayaan Intelektual yang juga Wakil Ketua AKHKI ini.  (bp)