Jumat, 30 November 2018 - 03:25:08 WIB

Revitalisasi Pasar Ciputat Telan Rp 250 M

Penulis : Redaksi
Kategori: METROPOLITAN - Dibaca: 217 kali


Badan Koordinasi Penanaman Modal bekerjasama dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan telah menyelenggarakan kegiatan Market Sounding Proyek Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU): Pembangunan/Revitalisasi Pasar Ciputat. Proyek ini merupakan pengembangan bangunan pasar serta penataan prasarana penunjang lainnya dengan kebutuhan total investasi sebesar sekitar Rp. 250 miliar. Untuk pengembalian investasi berasal dari user tariff yang terdiri dari biaya sewa kios, retribusi, serta pengelolaan parkir, toko, foodcourt, dan gedung lainnya selama masa konsesi 20 tahun. Proyek ini juga direncanakan akan mendapatkan penjaminan pemerintah (Government Guarantee) melalui PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia.

Dalam acara ini, hadir lebih kurang 75 peserta yang meliputi investor yang bergerak di bidang operator pasar, kontraktor, perbankan dan lembaga keuangan, konsultan, serta asosiasi terkait dari dalam dan luar negeri. Beberapa perusahaan dan asosiasi yang hadir, antara lain: KOTRA, PT Bumi Serpong Damai, PT PP (Persero), PT Adhi Karya (Persero), Mitsubishi Corporation, PT Trans Retail Indonesia, PT Triemuda Sukses Mandiri, PT Delloitte Konsultan Indonesia, Nikko Sekuritas Indonesia, Hagama Ando Corp, Mitsubishi Corp, PwC, DPP Asparindo, PT HKA (Hutama Karya Subsdiary), Indonesia Infrastructure Finance, PT Bangun Bina Primasarana, PT Pembangunan Investasi Tangerang Selatan dan perusahaan lainnya.

Dalam sambutan pembukaannya, Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal, Bapak Ikmal Lukman menyampaikan bahwa Pengembangan/Revitalisasi Pasar Ciputat melalui skema KPBU ini bertujuan bukan semata-mata untuk membangun sebuah pasar tradisional tetapi juga menyediakan fasilitas dan kualitas layanan yang layak bagi pedagang dan pengunjung Pasar Ciputat selama masa konsesi. Selanjutnya, Bapak Ikmal menyampaikan bahwa proyek ini merupakan proyek perdana pembangunan pasar melalui skema KPBU yang diharapkan kedepannya menjadi pilot project bagi proyek-proyek serupa. Pemilihan skema KPBU tidak hanya atas pertimbangan keterbatasan anggaran semata, namun hal yang lebih penting adalah pemanfaatan partisipasi swasta yang memiliki pengetahuan, keahlian dan pengalaman untuk mewujudkan operasional pasar yang lebih berkualitas dengan anggaran yang lebih efisien.

Disamping itu, ditegaskan bahwa Market Sounding bertujuan disamping untuk menyampaikan keberadaan proyek ini kepada pasar, juga untuk mendapatkan masukan (feedback) dari pasar terhadap bentuk kerjasama yang ditawarkan. Feedback dimaksud tidak saja dari sisi teknis tetapi juga sisi keuangan, sosial dan lingkungan bahkan alokasi risiko yang ditawarkan. Selanjutnya feedback tersebut akan menjadi masukan dalam penyempurnaan Outline Business Case (OBC).

Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany dalam sambutannya menyampaikan bahwa revitalisasi yang sedang digagas diharapkan dapat menjadi solusi terhadap Pasar Ciputat yang saat ini dirasa kumuh dan kurang layak oleh masyarakat. Pihak swasta sebagai pengelola diharapkan dapat bekerjasama baik dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan sebagai regulator dan pemilik kawasan pasar. Selanjutnya, Ibu Airin mengharapkan melalui kehadiran swasta akan tercipta suatu inovasi dalam mengelola pasar tradisional yang memiliki daya saing.

Dalam sesi paparan, Kepala Bappeda Kota Tangerang Selatan, Mohammad Taher Rochmadi, menjelaskan bahwa cakupan Pembangunan/Revitalisasi Pasar Ciputatdengan skema KPBU ini, diantaranya adalah membangun pasar, mengoperasionalkan pasar, memelihara pasar, mengelola sistem manajemen rantai distribusi, mengelola sistem belanja online (bila diperlukan), dan menyiapkan SOP dan mengelola penarikan retribusi. Selain itu, Bapak Taher menginformasikan bahwa proyek ini diharapkan akan memasuki tahap Prakualifikasi pada sekitar kwartal IV tahun 2019.