Kamis, 22 November 2018 - 20:44:28 WIB

Akui Langgar Administratif, David Rahardja Terima Divonis 6 Bulan

Penulis : Redaksi
Kategori: POLITIK DAN HUKUM - Dibaca: 302 kali


Raja-- Majelis Hakim PN Jakarta Utara akhirnya menjatuhkan vonis enam bulan kurungan kepada Caleg DPRD DKI Jakarta nomor urut 2 asal partai Perindo, David Rahardja, atas kasus dugaan kampanye "money politic".

"Memutuskan menjatuhkan pidana kurungan selana 6 bilan dan denda Rp 5 juta subsider 1 bulan kurungan", kata Majelis Hakim saat membacakan amar putusannya, Kamis (22/11).

Majelis Hakim menilai, David terbukti melakukan pelanggaran administratif dengan tidak memberi tahu akan melakukan kegiatan kampanye, baik kepada Panwaslu, KPU maupun Kepolisian.

"Menyatakan, meyakinkan bersalah melakukan pelanggaran administratif pemilu", jelas Majelis Hakim.

"Pidana enam bulan tidak harus dijalani", lanjut Majelis Hakim.

Atas vonis Majelis Hakim ini Ricky K Margono, Kuasa Hukum David Rahardja menyatakan pihaknya menerima putusan tersebut.

"Karena tidak dapat dipungkiri, memang ada ketidak sengajaan yang dilakukan klien kami, dalam kampanyenya. Karena kampanye itu memang dilakukan pada hari pertama ketika kampanye dinyatakan boleh terbuka" kata Ricky usai Sidang Pembacaan Vonis.

Sebagaimana dikatakan Majelis Hakim, lanjut Ricky, tetap dinyatakan bersalah, namun yang bersangkutan tidak perlu menjalankan pidananya.

"Kami sangat menyambut baik hal itu. Kita mengakui kesalahan kita dan kedepannya tidak akan mengulangi kesalahan tersebut", ujarnya.

Hal senada disampaikan Caleg Perindo David Rahardja. "Saya menerima krputusan tersebut. Karena memang ada kesalahan yaitu tidak memberitahu. Administrasilah. Tapi saya sudah berjanji tidak akan mengulanginya", tandasnya.

Untuk diketahui, kasus dugaan kampanye money politic yang menjerat Caleg Perindo David Rahardja berawal dari kegiatan bazar minyak goreng murah yang digelar pada 23 Septerber 2018 malam, usai deklarasi Kampanye Damai di Monas.

Dipenuhi eforia, secara spontan (tanpa pemberitahuan kepada Panwaslu) David mengajak beberapa rekannya untuk mewujudkan rasa syukur dimulainya masa kampanye, dengan menggelar bazar minyak goreng murah, kemasan 2 kg seharga Rp 12 ribu. Atas dasar kemanusiaan, sisa penjualan sebanyak 5 bungkus dibagikan gratis kepada warga yang sakit, lansia, dan ibu hamil. Pembagian gratis inilah yang kemudian menjadi tudingan kampanye "money politic", namun berhasil dipatahkan dalam persidangan. (bud/pur)