Kamis, 08 November 2018 - 07:45:09 WIB

Perusahaan Industri Pertahanan Nasional Ikuti Pameran Indodefense Forum & Expo 2018

Penulis : Redaksi
Kategori: TNI / POLRI - Dibaca: 187 kali


PT Bhinneka Dwi Persada dan PT Aryafan Eka Perkasa berpartispasi dalam Pameran Indodefense Forum & Exhibtion 2018 yang diadakan pada 7-10 November 2018 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Dalam pameran yang diikuti oleh pelaku industry pertahanan dalam dan luar negeri, PT Bhinneka dan PT Aryafan menampilkan hasil pengembangan rancangan bangun produk di bidang industry pertahanan. Melalui kemitraan strategis dengan pelaku industri pertahanan internasional.

Beberapa produk yang ditampilkan pada pameran industri pertahanan kali antara lain,

1. Hovercraft Rajawali TD2000.

Merupakan alat transportasi multi matra yang memiliki kemampuan beroperasi di daratan dan perairan dangkal, termasuk operasional di rawa-rawa dan pantai landai. Moda transportasi Hovercraft merupakan pilihan yang tepat untuk mendukung pergerakan di daerah dengan sarana yang terbatas. Rajawali TD2000 dapat digunakan untuk transportasi penumpang, dukungan medis (medivac operation), dan misi search and rescue.

Pada akhir tahun 2018 ini PT Bhinneka telah berhasil melakukan pengadaan Rajawali TD2000 dengan konfigurasi VVIP untuk digunakan jajaran TNI-AD.

2. Helikopter Tanpa Awak Rajawali S100.

Rajawali HS100 merupakan helikopter tanpa awak yang dapat dioperasikan untuk keperluan militer dan sipil. Dengan keunggulan lepas landas secara vertical, helikopter nir-awak Rajawali S100 beroperasi dengan dukungan operasi yang sangat minim. Rajawali S100 dapat beroperasi di lingkungan dengan electromagnetic dimungkinkan berkat dukungan peralatan komputer berlapis yang dimilikinya.

3. Pesawat Terbang Tanpa Awak Rajawali R720.

Rajawali R720 merupakan pesawat tanpa awak hasil rancang bangun bekerja sama dengan Litbang Kemenhan. Rajawali R720 merupakan pesawat tanpa awak dengan daya jelajah (range) hingga 70 km dan mampu beroperasi hingga 20 jam masa terbang. Dengan beroperasi di ketinggian 10,000 kaki Rajawali R720 mampu menjadi wahana yang dapat digunakan untuk keperluan antara lain penginderaan, foto udara, dan pengamatan.

4. Pesawat Terbang Tanpa Awak Rajawali R330.

Merupakan wahana tanpa awak dengan muatan menengah sampai dengan 50kg. Rancang bangun Rajawali R330 memberikan tingkat kestabilan yang baik dan digunakan untuk keperluan antara lain survey udara dan pengamatan.

5. Target Drone Rajawali TG.

Merupakan wahana sasaran (target drone) dengan kecepatan menengah. Wahana sasaran ini digunakan untuk latihan pertahanan udara.

6. Mobil Pengendali MCCV.

MCCV adalah Mobile Comman Control Vehicle, merupakan wahana bergerak yang dapat berfungsi sebagai pusat kendali operasi. Sesuai dengan fungsi MCCV memiliki kemampuan mengintegrasikan dan mengolah informasi dalam suatu misi. Sebagai pusat kendali MCCV memiliki interoperatibility (mampu operasi antar muka) berbagai jenis alat komunikasi dan telah memiliki fungsi yang mendukung peralatan pasukan masa depan seperti future soldier features, seperti individual camera, dan komunikasi multi points sehingga dapat memberi informasi langsung dan menerima perintah dari pusat kendali.

7. Helikopter Angkut Berat Indonesia.

Helikopter angkutan berat telah menjadi kebutuhan untuk mendukung pergerakan pasukan maupun dukungan misi khusus seperti, misi penyelamatan dan kemanusiaan. Tahap awal pengembangan helikopter angkut berat dimungkinkan dengan kerjasama strategis dengan mengintegrasikan kemampuan dalam negeri dalam rancang bangun rangka pesawat dengan pembuat mesin pesawat dan komponen utama helikopter.
Kerjasama strategis ini diharapkan dapat memenuhi kebutahan dalam negeri dan juga dapat menjadi pemasok helikopter sejenis bagi negara-negara tetanggga.

Produk industry pertahanan yang telah dihasilkan merupakan hasil kerjasama strategis atas rancang bangun untuk mendukung kemandirian industry pertahanan nasional yang diamanatkan Undang-undang No. 16 tahun 2012, tentang Industri Pertahanan.

Managing Director Feba Affan PT. Bhinneka Dwi Persada mengatakan. bahwa rancang bangun yang dikerjakan ini terinspirasi dari kampanye politik bapak President Jokowi saat kampanye sebelum menjadi presiden tentang pentingnya alat surveilence berupa drone untuk memantau seluruh kepulauan nusantara sekaligus mewadahi keinginan bapak Presiden Jokowi sesuai kepres no. 16/ th 2018, tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah untuk memberikan pemenuhan nilai manfaat yang sebesar-besarnya dalam peningkatan penggunaan produk dalam negri.

Untuk memberikan kesetaraan dalam pengembangan tehnologi setingkat dunia maka PT Bhinneka Dwi Persada (PT. BDP) dan PT Aryafan Eka Perkasa (PT. AEP), yang merupakan kelompok usaha di bidang industry pertahanan, maka dalam pengembangan rancang bangun dalam mendukung kemandirian industry pertahanan PT BDP dan PT AEP melakukan kerjasa sama strategis internasional TOT antara lain dengan Griffon Hoverwork - United Kingdom, Schiebel – Austria, UAV Factory.

"Jadi produk kami ini buatan 100% anak bangsa yaitu Rajawali R720 UFV. Kita juga memiliki hanggar di Nusawiru, setiap hari kita terbang dengan menggunakan Drone yang bisa terbang 20 jam. Drone lain juga sedang terus kami kembangkan. Ada Drone yang bisa terbang selama 7 jam kerjasama buatan dari Viena yaitu helikopter yang bisa landing di kapal.
Semua Drone inikan menyimpan data, ada video, foto. Itu biasanya cuma JCS yang bisa menerima, tapi sekarang dari JCS kita integrated ke sistem kita yaitu Mobile Command Control Vehicle (MCCV) kemudian kita kirim masuk ke tablet soldier sistem. Jadi tentara dilengkapi dengan tablet. Sehingga ini semua real time. MCCV bisa memberikan informasi terkini kepada tentara yang dianggap pada posisi strategis. Tidak harus semua tentara bisa tahu.

MCCV juga bisa mengintegrate kan radio yang berbeda, misalkan ada yang memakai haris dan yang lain motorola, kan sebenarnya tidak mungkin bicara, namun MCCV membantu agar bisa saling berkomunikasi. Disetiap tentara juga dipasangi GPS sehingga posisi mereka dapat diketahui. Hal ini baru litbang yang buat. Dan sekarang sedang kami tawarkan ke spesial force seperti Kopassus dan lain-lain.

Ini dari perusahaan Ukraina MOTOR SICH Helicopters untuk sama-sama membuat helikopter angkut berat yang berpenumpang 26 orang. Kalau mimpi kami ini terwujud, saya mohon ijin Presiden Jokowi berkenan memberikan nama Helicopter ini. Perusahaan ini memang terkenal hebat dalam membuat mesin, diantaranya MI 17 dan MI 26. Perusahaan ini sangat besar sekali dan mau mensuport kita untuk sama-sama membuat helikopter. Ini yang masih saya mau laporkan ke Menteri Pertahanan kita, supaya diberikan ijin membuat Litbang sama-sama.
Di Indonesia belum bikin, makanya mau kita buat prototype. Semoga 2 tahun kedepan sudah jadi, pungkas Feba Affan Managing Director PT. Bhinneka Dwi Persada.