Rabu, 31 Oktober 2018 - 16:54:08 WIB

LL Dikti, Biaya Boleh Murah Tapi Kualitas Harus Bintang Lima

Penulis : Redaksi
Kategori: DIDAKTIKA - Dibaca: 226 kali


Sekertaris Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah III, Dr. M. Samsuri S.Pd. MP. menilai, tidak masalah sebuah pendidikan tinggi berorientasi massa dengan menetapkan biaya pendidikan (SPP) yang sangat murah, terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat, bila dibarengi dengan jaminan kualitas pendidikan yang baik.

"Karena itu saya berpesan kepada Unindra, jadilah universitas dengan peminatnya banyak, biaya pendidikan murah, tetapi kualitasnya (pendidikan) bintang lima", kata Samsuri dalam sambutannya saat Wisuda Ke-65 Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) di Sasono Utomo TMII, Jakarta Timur, Rabu (31/10). Wisuda Ke-65 Unindra ini diikuti sebanyak 1.135 calon wisudawan yang terdiri atas 976 program S1 dan 159 ptogram S2.

"Karena itu SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal) nya harus kuat", sambungnya.

Sebagaimana diketahui, Unindra memang dikenal sebagai Perguruan Tinggi dengan biaya pendidikan yang sangat murah. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi orang tua/ masyarakat yang ingin mrenempuh pendidikan tinggi. Karena itu, meski baru berusia 14 tahun pada September 2018 lalu, namun Unindra telah memiiki jumlah mahasiswa lebih dari 36 ribu orang.

Rektor Unindra Prof. Dr. Sumaryoto sendiri mengakui kampus yang dipimpinnya memang menerapkan kebijakan biaya pendidikan sangat terjangkau.

"Ini salah satu kepedulian Unindra dalam ikut mencerdaskan bangsa, dengan memberi kesempatan seluas mungkin untuk menempuh pendidikan tinggi di Unindra", kata Sumaryoto saat Wisuda Unindra, Rabu (31/10).

Meski demikian, berkali-kali dalam berbagai kesempatan Sumaryoto juga menegaskan, kualitas pendidikan tetap menjadi fokus utama dalam proses pendidikan di Unindra. Untuk memenuhi kualitas terbaik, Unindra tak segan-segan "menyekolahkan" para dosen Unindra yang masih tingkat S2, untuk menempuh program S3 (doktor) melalui program bea siswa dosen.

"Dalam hal ini kita sudah bekerjasama dengan Universitas Pakuan Bogor sebanyak 21 dosen, dan universitas Borobudur sebanyak 2 orang dosen. Jadi sudah 23 dosen dimulai study lanjut atas bea siswa internal dari Unindra. insyaallah setiap tahun kita akan berangkatkan 45 dosen", paparnya saat Wisuda Ke-64 Unindra, Rabu (10/10)

"Targetnya 10-15 tahun kedepan semua dosen Unindra sudah S3", lanjut Sumaryoto, Rabu (31/10).

Selain peningkatan kualifikasi dosen, Unindra juga terus meningkatkan sarana prasarana pendidikan yang dimilikinya. Bila saat ini sudah memiliki 7 unit gedung bertingkat, maka dalam waktu dekat akan ditambah lagi 2 unit gedung baru 6 lantai.

"Izin Mendirikan Bangunannya (IMB) masih kita proses di Pemda DKI, mudah-mudahan dalam waktu dekat selesai, sehingga kita bisa segera memulai proses pembangunannya", ungkap Sumaryoto.

Dalam bidang pendidikan dan akademik, meski baru berusia 14 tahun, Unindra juga sudah mampu bersaing dengan universitas ternama di tanah air. Pada tahun 2017 lalu bahkan Unindra berhasil menyabet juara 2 Calculus tingkat nasional (hanya dibawah ITB). Selain itu di tahun yang sama, pendidikan Fisika Unindra juga mampu mengukir prestasi menjadi juara Nasional yang ke 3, sekaligus juara pertama untuk media pembelajaran Fisika. Saat ini Unindra juga sudah mengantongi Akreditasi Institusi dengan Grade B.

Kepada para wisudawan Sumaryoto berpesan, "pandailah bersyukur. Kalau kita bersyukur maka akan ditambahkan nikmat yang kita terima. Kalau kita kufur dengan nikmat yang kita peroleh maka azab akan menanti. Maka tumbuhkanlah rasa syukur sebagai modal untuk berjuang untuk kembali kepada masyarakat menerapkan ilmu yang diperoleh, dalam pengabdian dalam profesi apapun di masyarakat", pungkas Rektor Unindra (bud)