Senin, 29 Oktober 2018 - 17:54:37 WIB

BKPM Gelar Market Sounding Pra-Kualifikasi Proyek Bandar Udara Komodo

Penulis : Redaksi
Kategori: EKONOMI DAN BISNIS - Dibaca: 216 kali


Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan menyelenggarakan kegiatan Market Sounding kedua Tahapan Persiapan Pra-Kualifikasi Proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU): Bandar Udara Komodo, Labuan Bajo. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi hasil Final Business Case dan mendapatkan konfirmasi keikutsertaan perusahaan berpartisipasi dalam tahap prakualifikasi yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Berbeda dengan kegiatan Market Sounding pertama yang dilaksanakan pada September lalu, kali ini hanya dihadiri oleh perusahaan yang berminat pada proyek tersebut. Sekitar 70 peserta hadir terdiri dari perusahaan yang telah menyatakan minat melalui Letter of Interest (LoI) pada Market Sounding pertama serta perbankan dan lembaga keuangan dari dalam dan luar negeri. Beberapa perusahaan tersebut, antara lain: Muhibbah Engineering (M) Berhad, GMR Group, Astra Infra, GVK Services Indonesia, SERCO Asia Pacific, Bank of Tokyo–MUFG, ITOCHU Corporation, PT Cardig Aero Services Tbk, BAM International, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk, PT PGAS Solution, PT Sojitz Indonesia, PT Adhi Karya (Persero), PT PP (Persero), PT Waskita Karya serta China Construction Engineering Eight Division (CSCEC).

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal BKPM Wisnu Wijaya Soedibjo menyampaikan, dalam rangkaian prosedur persiapan proyek KPBU, kegiatan prakualifikasi memiliki peranan sangat strategis. Salah satu kesuksesan pelaksanaan prakualifikasi ditandai dengan tingkat partisipasi perusahaan yang cukup besar. Hal ini juga mengindikasikan bahwa dokumen proyek yang dipersiapkan oleh Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) sudah cukup baik.

“Market Sounding kali ini adalah kesempatan yang sangat baik bagi seluruh peserta untuk mendapatkan konfirmasi dan klarifikasi sejelas-jelasnya dari pemilik proyek tentang kerjasama yang ditawarkan, termasuk kondisi dan persyaratan yang diinginkan pada kegiatan prakualifikasi nantinya,” jelas Wisnu dalam keterangan kepada pers, Jakarta, Senin (29/10).

Sementara itu, Kepala Pusat Fasilitasi Kemitraan dan Kelembagaan Internasional Kementerian Perhubungan Agus P Saptono menyampaikan, Market Sounding ini merupakan rangkaian lanjutan dari Market Sounding sebelumnya yang telah diselenggarakan pada tanggal 25 September 2018 bertempat di BKPM, serta site visit ke Bandar Udara Komodo, Labuan Bajo pada tanggal 27 September 2018.

“Jika pada Market Sounding pertama dimaksudkan sebagai penjajakan awal terhadap minat pasar, maka Market Sounding hari ini untuk mengkonfirmasi minat dan keseriusan calon mitra dalam berpartisipasi dalam proses pengadaan badan usaha pelaksana KPBU pada Bandar Udara Komodo, Labuan Bajo,” jelas Agus P.

Direktur Bandar Udara Kementerian Perhubungan Polana B. Pramesti menyatakan bahwa bentuk kerja sama dalam proyek ini tidak lagi mewajibkan konsorsium antara badan usaha dengan PT. Angkasa Pura sebagai standing partner pengelolaan bandara. “Rencananya pengumuman prakualifikasi akan dilaksanakan pada 31 Oktober mendatang di media cetak dan elektronik,” jelasnya.

Pengembangan Bandar Udara Komodo melalui skema KPBU membutuhkan investasi sekitar Rp 3 triliun, yang terdiri dari Rp 1,17 triliun biaya Capital Expenditure (CAPEX) dan Rp 1,83 triliun biaya Operational Expenditure. Pengembalian investasinya diperoleh melalui tarif layanan pengguna jasa fasilitas bandar udara selama masa konsesi 25 tahun. Proyek ini juga direncanakan akan mendapatkan penjaminan pemerintah (Government Guarantee) melalui PT. Penjaminan Infrastruktur Indonesia.