Rabu, 24 Oktober 2018 - 10:22:50 WIB

GAS dan IMI Tolak Somasi Terkait Penggunaan Nama Gymkhana Auto

Penulis : Redaksi
Kategori: OTOMOTIVE - Dibaca: 236 kali


PT Genta Alam Semesta (GAS) dan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat menolak tegas seluruh isi Somasi yang diajukan oleh kuasa hukum pihak ketiga, Lie Reza H. Aliwarga, terkait penggunaan nama Gymkhana Auto dalam kejuaraan pertandingan/ kompetisi kendaraan bermotor dan otomotif. GAS disomasi karena nama/ merek Gymkhana telah didaftarkan oleh pihak ketiga di Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkumham).

Dalam Somasi nya, pihak ketiga menuntut PT. Genta Alam Semesta menghentikan penggunaan nama Gymkhana untuk kegiatan penyelenggaran kejuaraan pertandingan/kompetisi kendaraan bermotor dan otomotif khususnya motor, serta mengganti kerugian sebesar Rp. 100.000.000.000.

"PT. Genta Alam Semesta dan ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat menolak seluruh dalil-dalil serta permintaan dalam Peringatan (Somasi) yang diajukan", kata Direktur Utama PT Genta Alam Semesta, Gunawan Tjahyadi dalam Konferensi Pers yang dihadiri Sekretaris Jendral IMI Pusat, Jeffrey JP dan Kuasa Hukum PT GAS, Dr. Suyud Margono, SH., MHum,FCIArb di kawasan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (23/10).

Gunawan menuturkan, penggunaan nama Gymkhana oleh GAS adalah berdasarkan penunjukan serta perjanjian kerjasama dengan Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (IMI), dimana sepakati GAS bertindak sebagai promotor nasional untuk acara/event kejuaraan nasional (Kejurnas)/ perlombaan tingkat nasional dan internasional dengan penamaan "GYMKHANA Auto".

"Tapi nama Gymkhana sendiri sebenarnya telah digunakan sejak lama dalam berbagai lomba olahraga bermotor rintangan di dunia. Kalau di Indonesia kita dulu mengenal sebagai slalom. Penamaan "GYMKHANA" pertama kali digunakan sebagai title pada event internasional pada tahun 2006 dengan judul: Taiwan Auto Gymkhana Prix yang telah disetujui oleh Federation International De l Automobile (FIA), yang kemudian untuk tingkat negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) kompetisi kendaraan bermotor atau otomotif juga dikenal dengan penamaan "GYMKHANA", Jadi dia bukan brand tapi nama umum (a common word)", jelasnya.

Dikesempatan yang sama, Sekretaris Jendral IMI Pusat, Jeffrey JP juga menegaskan menolak tuntutan menghentikan penggunaan nama Gymkhana dalam kegiatan kejuaraan otomotif yang telah diagendakan.

"Selama ini belum pernah terjadi gugatan seperti ini. Yang pasti harus jalan terus karena ada agenda-agenda balap lagi tahun depan," katanya.

Sementara Kuasa Hukum GAS, Suyud Margono mensinyalir adanya itikat tidak baik dari pihak ketiga dalam mendaftarkan/ mempatenkan nama GYMKHANA.

"Pertama, berdasarkan fakta yang tidak dapat dibantah, Sdr. Lie Reza H. Aliwarga, justru tidak pernah mengggunakan Merek "GYMKHANA" dalam suatu kegiatan perdagangan barang/jasa di Indonesia. Kenyataan ini telah bertentangan dan melanggar hukum merek, halmana merupakan kewajiban bagi pemilik merek terdaftar harus melaksanakan merek dalam kegiatan perdagangan/ ekonomi. Maka sesuai Pasal 72 juncto Pasal 74 UU No. 20 Tahun 2016 tentang Merek dan lndikasi Geografis, "GYMKHANA" No.Daftar : IDM 000 463482, tanggal 4 Maret 2015, kelas 41, menurut hukum yang berlaku sudah seharusnya dihapus pendaftarannya dari Daftar Umum Merek".

"Kedua, pendaftaran nama GYMKHANA oleh Sdr. Lie Reza H. Aliwarga tanpa disertai bukti-bukti serta alasan yang cukup menurut hukum. Maka seharusnya tidak dapat diterima atau seharusnya ditolak pendaftarannya".

"Ketiga, merek "GYMKHANA" No. Daftar : IDM 000 463482, tanggal 4 Maret 2015. Kelas: 41, terdaftar tersebut telah memuat unsur yang menyesatkan masyarakat tentang asal, kualitas, jenis. ukuran, macam, tujuan penggunaan barang dan/atau jasa yang dimohonkan pendaftarannya. sebagaimana dimaksud Pasal 20 huruf c Undang-Undang No. 20 Tahun 2016".

"Keempat, GYMKHANA telah memuat unsur atau merupakan nama umum dan/atau lambang milik umum, sebagaimana dimaksud Pasal 20 huruf c UndangUndang No. 20 Tahun 2016, maka sudah seharusnya tidak dapat diterima suatu permohonan pendaftaran merek tersebut".

"Kelima, PT . Genta Alam Semesta serta Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat keberatan terhadap permintaan penghentian kegiatan penyelenggaraan acara/event Kejuaraan otomotif dan bermotor tingkat nasional maupun internasional dengan penamaan berdasarkan penunjukan dan perjanjian dengan Ikatan Motor indonesia (IMI) adalah tidak dapat dibatalkan karena kegiatan tersebut telah terjadwal dan menyangkut kepentingan banyak Pihak. termasuk dan tidak terbatas pada atlet. sponsor. periklanan/ promosi dan pertangungjawaban Ikatan Motor lndonesia (IMI) sebagai induk organisasi olahraga bermotor di Indonesia".

"Keenam, permintaan Sdr. Lie Reza H. Aliwarga sebagimana tersebut dalam Peringatan (Somasi) mengenai kompensasi atau ganti rugi atas penggunaan nama GYMKHANAAuto sebesar 100.000.000.000,- (seratus milyar rupiah) adalah mengada-ada, berlebihan serta tanpa didasari oleh bukti-bukti yang menunjukan adanya Kerugian".

"Ketujuh, kemudian ternyata diketahui bahwa Sdr. Lie Reza H. Aliwarga juga secara itikad tidak baik, mengajukan pendaftaran merek berjudul: "GYMKHANA” pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intetektual (DJKI), KemenKum HAM RI., sebagai berikut: - Kelas 16, No. Agenda: DID.2018.031592, Tanggal penerimaan: 6 Juli 2018 . - Kelas 35, No. Agenda: DID.2018.031584, Tanggal penerimaan: 6 Juli 2018".

Karena itu, lanjut Suyud, pihaknya memberikan jawaban penolakan terhadap somasi tersebut dan mengajukan tuntutan penyelesaian satu paket yang bersifat serta merta.

"Pertama kami menuntut Penghapusan Pendaftaran Merek Terdaftar "GYMKHANA" No. Daftar: IDM000463482, Kelas: 4. Kedua, Penarikan Kembali Permohonan Pendaftaran Merek "GYMKHANA" No. Agenda: DID.2018.031592, kelas 16, sesuai dengan ketentuan Pasal19 UU No. 20. Ketiga, Penarikan Kembali Permohonan Pendaftaran Merek "GYMKHANA" No. Agenda: DlD.2018.031584, kelas 35. Keempat, Menghentikan segala Peringatan (Somasi) berikut permintaan kompensasi atau ganti rugi kepada PT . Genta Alam Semesta dan/ atau Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat, dan Kelima, Pihak ketiga harus Menerima dan memahami bahwa PT . Genta Alam Semesta dan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat justru yang memiliki kewenangan menggunakan penamaan GYMKHANA untuk Penyelengaraan rangkaian kejuaraan nasional Auto GYMKHANA, kejuaraan internasional Asia Auto GYMKHANA Competition di Indonesia", tegas Suyud.

Suyud mengaku sudah mengajukan gugatan ke Pengadilan Niaga, agar pendaftaran nama merek Gymkhana yang dilakukan 2015 lalu dicabut. "Kami sudah ajukan gugatan untuk membatalkan pendaftaran merek Gymkhana pada 15 Oktober lalu. Ini dimungkinkan dengan adanya UU No: 20 tahun 2016 pasal 76. Ini nama generik yang tak bisa didaftarkan secara umum", pungkas Pakar Hukum HKI Dr. Suyud Margono SH., MHum., FCIArb. (bud/pur)