Kamis, 11 Oktober 2018 - 02:53:45 WIB

Sumaryoto Tegaskan, Wisuda Unindra Tetap Sesuai Renstra

Penulis : Redaksi
Kategori: DIDAKTIKA - Dibaca: 210 kali


Rektor Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) Prof. Dr. H. Sumaryoto menegaskan, pelaksanaan wisuda Unindra yang bisa terjadi lebih dari 5-6 kali dalam satu tahun, tetaplah sesuai dengan Rencana Stategik yang telah disusun hingga jauh kedepan.

Dengan jumlah mahasiswa yang mencapai 36 ribu lebih, dan penerimaan mahasiswa baru setiap tahun yang mencapai angka 9 ribu, maka sangat wajar bila kelulusan sarjana Unindra mencapai 6 ribu pertahun. Dengan jumlah lulusan sebanyak itu, maka wajar pula jika prosesi wisuda dilakukan hingga 5-6 kali.

"Ini wisuda ke tiga periode semester genap 2017-2018. Masih ada dua kali wisuda lagi. Meski berkali-kali wisuda kami tetap konsisten dan taat pada aturan yang ditetapkan pemerintah", tegas Rektor Unindra Prof. Dr. H. Sumaryoto dalam sambutannya pada Wisuda Ke-64 Unindra di Sasono Utomo TMII, Jakarta, Rabu (10/10).

Wisuda ke-64 Unindra ini diikuti sebanyak 1.242 lulusan yang terdiri atas 1.082 lulusan S1 dan 160 lulusan program magister (S2). Dihadiri oleh LL Dikti, YPLP Pusat PGRI, YPLP PGRI DKI Jakarta, Dekan fakultas dan tamu undangan lainnya.

"Unindra sudah punya Rencana Strategik (Renstra)/ Rencana Induk Pengembangan (RIP) yang tentunya didalamnya sudah memuat tentang berapa jumlah mahasiswa, berapa kebutuhan sarana prasarana, dan seterusnya. Dan saat ini semuanya sedang dalam proses (on the track), bahkan sampai 2029 kita sudah punya rencana jangka panjangnya", tegas Sumaryoto.

Sumaryoto menuturkan, juga dalam proses saat ini yakni peningkatan kualifikasi dosen melalui bea siswa study lanjut program S3 untuk para dosen. "Mulai semester ini Unindra juga sudah, secara internal, memberikan bea siswa study lanjut untuk program S3 bagi para dosen, yaitu di universitas Pakuan Bogor sebanyak 21 dosen, dan universitas Borobudur sebanyak 2 orang dosen. Jadi sudah 23 dosen dimulai study lanjut atas bea siswa internal dari Unindra", ungkapnya.

Sementara untuk peningkatan sarana prasarana, Unindra tengah dalam proses pengurusan IMB pembangunan dua unit gedung baru berlantai enam. Dimana saat ini sudah memiliki 7 unit gedung.

"Dalam pemenuhan sarana prasarana memang tidak bisa instan. Karena walaupun dana dan lahan tersedia, namun ada faktor eksternal seperti IMB, yang kita tidak bisa ikut campur, ikut mengendalikan, diluar kontrol kita", jelasnya.

Kepada para wisudawan Rektor Unindra berpesan untuk tidak berhenti belajar, meningkatkan kreatifitas, mandiri/tidak harus bergantung/ bekerja pada orang lain.

"Rezeki, jodoh, usia sudah ditentukan Yang Maha Kuasa. Yang penting sudah punya bekal ilmu, sudah punya bekal kemampuan, bahkan sudah diberi bekal kewirausahaan. Artinya kita juga harus berkreasi, perlu mandiri tidak harus bergantung/ bekerja pada orang lain. Mungkin banyak yang belum menyadari, betapa pentingnya menggali, mengeksplore kita punya kemandirian dalam suatu kehidupan, termasuk dalam meniti karier", ujarnya.

"Saudara sudah dibekali pengetahuan/ keterampilan untuk berwirausaha. Siapa tahu kita punya bakat disitu, dan Tuhan menentukan disitu, maka akan terbuka peluang secara lebar. Jadi tidak perlu pesimis karena semua sudah diatur Tuhan YME. Yang penting sudah melakukan usaha secara maksimal dan benar, insyaallah akan diridhoi Allah SWT", pesan Sumaryoto.

Dikesempatan yang sama, Kepala Bidang Kelembagaan dan Sistem Informasi LL Dikti Wilayah III, Budi Heri Pancasilawan SH. MM, juga berpesan, agar wisudawan terus memperkaya pengetahuan untuk menghadapi tantangan yang akan semakin berat.

"Tantangan akan semakin berat. Ada kemungkinan banyak profesi akan digantikan oleh komputer/ robot. Maka bersiaplah dengan berbagai perubahan. Harus mampu beradaptasi dengan perubahan. Kuliah mandirilah yang potensial untuk Anda menjadi orang sukses", ujarnya.

Sementara Sekertaris YPLP Pusat PGRI, Dr. Munir Subagya MM berpesan, agar wisudawan meningkatkan pemahaman dan penguasaan teknologi. "Kuasai teknologi informasi. Cari referensi, untuk mendapat informasi yang positif. Jangan hanya bercita-cita menjadi orang yang sukses saja, tapi jadilah orang yang bernilai. Jadilah manusia yang bermakna dalam keluarga maupun lingkungan", tutup Munir. (bud)