Rabu, 03 Oktober 2018 - 10:01:53 WIB

SAP Express Resmi Melantai di Bursa, Harga IPO Rp. 250/Saham

Penulis : Redaksi
Kategori: EKONOMI DAN BISNIS - Dibaca: 211 kali


PT Satria Antara Prima Tbk (SAP Express) telah berhasil mcncatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, 3 Oktober 2018. Emiten dengan kode SAPX tersebut sebelumnya telah menempatkan harga Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering / IPO) senilai Rp. 250 per saham. Adapun jumlah saham yang ditawarkan ke masyarakat mencapai 433.333.300 saham atau setara dengan 52% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Sebelumnya, pemsahaan yang bergerak dalam industri kurir dan pengiriman barang ini mematok rentang harga antara Rp220-Rp260 per saham selama masa bookbuilding tanggal 31 Agustus - 10 September 2018 lalu.

Total dana yang akan diserap oleh SAP Express melalui hajatan IPO ini mencapai lebih dari Rp108 miliar, dimana jumlah tersebut sesuai dengan target yang ditetapkan SAP Express. Budiyanto Darmastono, Presiden Direktur sekaligus pendiri SAP Express, mengatakan penetapan harga tersebut telah dipertimbangkan dengan matang dan menerima respons yang lebih baik dari perkiraan.

"Kami melihat bahwa animo dan keyakinan masyarakat terhadap IPO saham SAP Express sangat tinggi, sehingga kami dapat menentukan harga di RpZSO per saham. Dengan harga tersebut, kita memberikan mang bagi perkembangan nilai perusahaan setelah listing dengan tetap memerhatikan kebutuhan penggunaan dana saat ini. Kami sangat berterima kasih atas dukungan dari investor, regulator dan masyarakat terhadap IPO SAP Express yang menyuntikkan semangat baru bagi manajemen dan seluruh karyawan SAP Express," tutur pria yang akrab disapa Budi ini.

"Selain itu, secara khusus kami juga mengapresiasi setinggi-tingginya atas restu dan dukungan yang berharga dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) sehingga IPO SAP Express bisa berjalan lancar tanpa kendala yang berarti", sambung Budi, sambil menjelaskan bahwa proses IPO ini telah direstui oleh Kemkominfo melalui suratnya tertanggal 10 Agustus 2018, sesuai UU Nomor 38 Tahun 2009.

Kelebihan Pemintaan

Budi juga menuturkan, saham SAP Express kelebihan permintaan hingga dua kali lipat dari yang seharusnya dijatahkan pada saat IPO. “Masyarakat terbukti sangat antusias terhadap SAP Express, dimana nilai pesanan yang masuk pada saat penawaran umum mencapai tiga kali Iipat dari target dana yang kami himpun melalui lPO.‘ kata Budi yang berkantor pusat di Halim, Jakarta Timur ini.

SAP Express telah menggelar Penawaran Umum pada tanggal 27 September 2018 setelah mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan pada tanggal 26 September 2018 Ialu. PT RHB Sekuritas Indonesia bertindak selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek pada hajatan IPO inl. Penjatahan telah dilakukan pada tanggal 1 Oktober 2018 dan distribusi saham telah dilakukan pada tanggal 2 Oktober 2018.

Target Tumbuh double digit

Berdasarkan data Prospektus yang tersedia dl website perusahaan, pada kuartal pertama tahun 2018, SAP Express mencatatkan penlngkatan pendapatan 54,396 menjadi lebih dari Rp48,2 miliar dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2017 yang tercatat sebesar Rp31,2 miliar. Masih pada kuartal pertama tahun 2018, laba bruto SAP Express pun meningkat 59,396 menjadi Rp10,8 miliar dari sebelumnya Rp6,8 miliar.

Sementara Itu, nilai aset SAP Express per tanggal 31 Maret 2018 tercatat sebesar Rp56,3 miliar, meningkat dibandlngkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp44 miliar. Per tanggal 31 Maret 2018, SAP Express mencatatkan current ratio sebesar 2,1 kali, gross profit margin sebesar 22,596, dan perbandlngan aset dengan liabilitas sebesar 1,2 kall.

”Dengan menggunakan dana yang dlserap melalul IPO, tentunya struktur permodalan SAP Express menjadl lebih baik, serta tentunya membantu kami dalam mempertahankan target pertumbuhan pendapatan sepertl tahun-tahun sebelumnya. Kami mohon doa darl para investor agar SAP Express dapat mengeksekusl targetnya dengan lancar dan dengan demikian dapat memberikan nilai lebih bagi investor dan stakeholder.” tutup Budi.