Rabu, 19 September 2018 - 12:31:57 WIB

Danseskoal : Jangan Hanya Jadi Agent of Change, Mahasiswa Harus Juga Leader of Change

Penulis : Redaksi
Kategori: DIDAKTIKA - Dibaca: 278 kali


Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Danseskoal) Laksamana Muda TNI Dr. Ammarulla Octavian, S.T., M.Sc., D.E.S.D., menjadi Narasumber dalam Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB. HMI), di aula Mawar Universitas Indonesia, Depok, Selasa (19/09).

Seminar Nasional yang bertemakan "Peran dan Fungsi Mahasiswa dalam Mengetahui Jenis-jenis Ancaman Perpecahan NKRI di kalangan Mahasiswa" ini dihadiri oleh sekitar 100 peserta yang terdiri dari Pengurus Pusat PB HMI dan para Pengurus Cabang dari berbagai perguruan tinggi se-Jabodetabek.

Pada Seminar Nasional tersebut, Danseskoal Laksamana Muda TNI Dr. Amarulla Octavian, S.T., M.Sc., D.E.S.D., menyampaikan materi tentang Pengelolaan Sistem Pertahanan dan Keamanan Indonesia. "Dalam menjalankan peran dan fungsinya menghadapi ancaman dalam sistem pertahanan negara, mahasiswa hendaknya berperan tidak hanya sekedar agen perubahan (Agent Of Change), tapi jadilah pemimpin perubahan (Leader Of Change)", ujar Danseskoal Laksamana Muda TNI Dr. Amarulla Octavian, S.T., M.Sc., D.E.S.D.

Menurut Danseskoal, dalam sejarah Indonesia mahasiswa telah menunjukkan perannya sejak era kolonial, zaman perang kemerdekaan, era kemerdekaan, orde baru hingga era reformasi. Oleh karena itu, mahasiswa hendaknya tetap menjaga konsistensinya sebagai pelopor dalam upaya bela negara, khususnya menghadapi ancaman kontemporer dalam peperangan modern, seperti radikalisme dan terorisme.

“Peperangan modern dilakukan secara nirmiliter untuk menghancurkan suatu negara tertentu melalui bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, psikologi, agama, dan militer,” ungkap Danseskoal mengutip teori Roger Trinquer dalam buku Modern Warfare.

Dalam Seminar tersebut selain Danseskoal, hadir juga beberapa narasumber antara lain Brigjen Pol Drs. Mulyatno dari Lemhannas dengan topik "Ancaman Terhadap Keutuhan dan Kedaulatan NKRI (Potensi dan Solusi Mengatasi Berbagai Jenis Ancaman) dan Kombes Pol Hadi Wiyono, S.Ik dari Baintelkam Mabes Polri dengan topik "Membangun Penyebaran Paham Radikalisme yang Mengancam Pola Pikir Mahasiswa dalam Kerangka Memelihara Kesatuan NKRI".

Diakhir Seminar, dalam sesi diskusi terlihat mahasiswa sangat antusias untuk memahami bentuk-bentuk ancaman dan bagaimana menghadapinya dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai individu, sebagai mahasiswa dan sebagai bagian dari organisasi kemahasiswaan, yang selaras dengan pengelolaan sistem pertahanan negara.