Rabu, 12 September 2018 - 15:26:59 WIB

Sumaryoto Tegaskan : 2029 Unindra Siap Jadi Excellent Teaching University

Penulis : Redaksi
Kategori: DIDAKTIKA - Dibaca: 249 kali


Rektor Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) Prof. Dr. H. Sumaryoto kembali menegaskan, Unindra siap menjadi excellent teaching university pada tahun 2029 mendatang.

"Sesuai visi kita tahun 2029 kita ingin menjadi excellent teaching university", kata Sumaryoto dalam sambutannya saat Wisuda ke-62 Unindra di TMII, Jakarta Timur, Rabu (12/9). Sebanyak 1.349 wisudawan, yang terdiri 1.153 program Strata 1 dan 196 program Strata 2 khidmat mengikuti Wisuda ke-62 ini.

Sumaryoto menuturkan, untuk meraih target excellent teaching university tersebut, Unindra telah menuntaskan berbagai program yang direncanakan. Baik akreditasi institusi, pemenuhan rasio dosen, dan sarana prasarana belajar mengajar.

"Kita baru berulang tahun ke-14. Di ulang tahun kali ini dapat kado luar biasa yaitu pengakuan pemerintah (BAN PT), kita terakreditasi institusi dengan peringkat B", ungkapnya.

Selain itu, lanjut Maryoto, dalam bidang SDM Unindra juga sudah mempersiapkan pemenuhan rasio dosen melalui program peningkatan kualifikasi dosen untuk meraih gelar Doktor (S3).

"Mulai semester genap 2018-2019 kami juga sudah punya program dalam rangka meningkatkan kualifikasi dosen untuk memperoleh gelar Doktor. Mulai semester ini, tiap tahun akan diberangkatkan 45 orang dosen", paparnya.

Sementara bidang infrastruktur, tambah Sumaryoto, Unindra mempersiapkan pembangunan dua unit gedung baru yakni unit 8 dan unit 9.

"Saat ini sedang mengurus IMB untuk 2 unit gedung, 8 dan 9. Kita memang sudah memiliki 7 unit gedung. Diharapkan dengan ini Unindra kedepan betul-betul pantas, layak mendapat akreditasi B. Dan jangka panjang, sesuai visi kita tahun 2029 kita dapat menjadi excellent teaching university", paparnya.

Kepada para wisudawan, Sumaryoto mengingatkan untuk tidak berhenti belajar, meski telah menjadi sarjana maupun magister.

"Menjadi sarjana atau magister bukan berarti berhenti belajar. Tuntutlah ilmu sejak lahir hingga liang lahat. Jadikan menuntut ilmu sebagai salah satu ibadah kita. Saya harap terjun di masyarakat juga tetap memperhatikan bahwa kewajiban saudara-saudara adalah menjaga nama baik almamater", ujarnya.

Dikesempatan yang sama, Sekertaris Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti), Dr. M Samsuri SPd MT, menyampaikan tiga pesan khusus kepada para widudawan.

"Tantangan nyata di masyarakat sudah menanti. Kami sampaikan 3 pesan :
Pertama, Berfikiran dan Berperilakulah sebagai Seorang Pelayan. Artinya yang ada dipikiran kita adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat. Prinsipnya adalah memberi terlebih dahulu tanpa berfikir apa yang harus kita terima", ucapnya.

"Kedua, Tanamkan Prinsip Rendah Hati. Melakukan sesuatu jauh dari sifat sombong. Menilai diri sendiri sewajarnya. Prinsip rendah hati ini harus kita tanamkan agar jadi pelayan yang baik. Dan Ketiga, agar menjadi pelayan masyarakat maka tanamkan sifat integritas yang tinggi. Ini yang saat ini mulai terdegradasi. Kunci integritas adalah kejujuran dan open mind", paparnya.

Kepada segenap civitas akademika, Samsuri menginformasikan, kemungkinan perubahan Permenristekdikti No 100 Tahun 2016. Dan salah satu yang mendasar adalah terkait dengan rasio dosen, dimana kemungkinan besar pemerintah akan menerapkan prinsip full time teaching equivalent. "Yang dituntut disitu adalah tingkat penuh tidaknya jam mengajar, jam melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi", jelasnya.

Wakil Sekertaris YPLP Pusat PGRI, Dr. H Basarudin Tayat MPd. menambahkan, Unindra saat ini telah berada di orbit kedua untuk take off ke orbit ketiga. Unindra, lanjut dia, telah melewati jauh orbit pertama (fase untuk dapat hidup dan bertahan), dan berada pada orbit kedua, menjadi perguruan tinggi yang sangat besar dan mendapat kepercayaan luar biasa dari masyarakat.

"Momen ini harus dapat dimanfaatkan secara cerdas. Pada fase ini Unindra harus mengumpulkan modal untuk membangun infrastruktur modern dengan menyiapkan dosen-dosen muda berkualitas milik sendiri. Menjadi universitas modern, yang tidak lagi masuk 100 PT terbaik Indonesia, tapi masuk belasan terbaik di Indonesia", pungkasnya. (BUD)