Jumat, 10 Agustus 2018 - 11:03:14 WIB

BKPM Tawarkan Proyek Infrastruktur Senilai USD 13,1 M ke Investor Tiongkok

Penulis : Redaksi
Kategori: EKONOMI DAN BISNIS - Dibaca: 201 kali


Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) telah melaksanakan Market Sounding proyek-proyek infrastruktur skema KPBU di Shanghai (3 Agustus 2018) dan Beijing (8 Agustus 2018) bekerja sama dengan KJRI Shanghai dan KBRI Beijing serta didukung oleh China Export & Credit Insurance Corporation (Sinosure). Tiongkok dipilih menjadi negara tempat pelaksanaan Market Sounding infrastruktur skema KPBU dengan pertimbangan tingginya minat dari para pelaku bisnis Tiongkok di bidang infrastruktur. Investor yang berminat sebagian besar merupakan perusahaan global yang telah mengembangkan bisnisnya di banyak negara karena keunggulan teknologi yang dimiliki serta kemampuan keuangan yang besar.

Dalam Market Sounding ini, delegasi Indonesia dipimpin oleh Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal BKPM Tamba P. Hutapea dan beranggotakan pejabat dari BP Batam, Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), Sekretariat Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus, PT. Penjaminan Infrastruktur Indonesia, dan beberapa perusahaan pengelola kawasan industri yang menawarkan proyek-proyek infrastruktur pendukung kawasan industri di samping lokasi kawasan industri itu sendiri.

Total nilai investasi dari proyek-proyek infrastruktur yang ditawarkan mencapai USD 13,1 miliar di antaranya adalah proyek perluasan Bandara Hang Nadim, beberapa proyek pembangkit Listrik dengan total kapasitas sekitar 1.885 Mega Watt, beberapa proyek jalan tol di sejumlah daerah, proyek LRT di Kota Batam, proyek infrastruktur pariwisata Kawasan Danau Toba, dan proyek perluasan Bandara Labuan Bajo. Di samping itu, juga disampaikan secara umum peluang investasi infrastruktur di Kawasan Industri Terpadu Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) Gresik, Jawa Timur, CFLD Industrial Park di Tangerang, Banten dan Cikarang Jawa Barat, serta sejumlah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Tamba P. Hutapea menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilakukan dalam upaya untuk menyediakan infrastruktur. “Pemerintah Indonesia memberikan peluang yang seluas-luasnya kepada pihak swasta dari dalam maupun luar negeri untuk berpartisipasi dalam proyek infrastruktur skema KPBU karena adanya dukungan dan penjaminan dari pemerintah", ujarnya dalam keterangan resminya, Jumat (10/8).

Dalam acara Market Sounding ini, Duta Besar RI untuk RRT Djauhari Oratmangun mengajak investor Tiongkok untuk meningkatkan investasinya di Indonesia “Indonesia diakui oleh lembaga-lembaga pemeringkat rating dunia sebagai tempat yang aman untuk berinvestasi dan memiliki potensi pasar yang besar. Investor Tiongkok dapat memanfaatkan peluang investasi di bidang infrastuktur yang didorong oleh pemerintah Indonesia khususnya skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU),” jelasnya.

Sementara Konsul Jenderal RI di Shanghai Siti Nugraha Mauludiah menyampaikan bahwa penyelenggaraan kegiatan di Shanghai sangat tepat karena kota ini adalah pusat keuangan terbesar di Tiongkok yang banyak memiliki perusahaan infrastruktur kelas dunia, seperti Shanghai Electric dan Shanghai Tunnel Engineering.

Kedua acara Market Sounding ini dihadiri oleh perusahaan-perusahaan infrastruktur terkemuka di antaranya Citic Pacific Energy, Shanghai Electric Group Company Limited, CFLD International Industry Service Center, China Airport Construction Group, Shanghai Tunnel Engineering, China Energy Engineering Group, Anhui Electric Power Design Institute Co. Ltd, China Life Insurance Company, CIMB Bank Shanghai, Zhejiang Dahua Technology Co. Ltd, PowerChina International Group, Standard Chartered Bank, Shuangdeng Group Co. Ltd. China Machinery Engineering Corporation, TBEA, CIMB Shanghai, Beijing Urban Construction Group, China Geo-engineering Corporation, China National Electric Engineering Co., dan Sunburst Energy Development.

Pada akhir acara, di antara perusahaan-perusahaan di atas telah menyatakan minatnya untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek yang ditawarkan, khususnya proyek pembangkit listrik, LRT dan kawasan industri. Bahkan beberapa di antaranya mempertimbangkan melakukan penjajagan ke Indonesia dalam waktu dekat untuk mendapatkan informasi yang lebih rinci terkait proyek-proyek dimaksud.