Jumat, 20 Juli 2018 - 16:10:46 WIB

Rosyid Arsyad Resmi Nyaleg DPRD DKI Dapil 4 Nomor Urut 9 Partai Perindo

Penulis : Redaksi
Kategori: PROFILE / OPINI - Dibaca: 896 kali


Pendaftaran bakal calon anggota legislatif (DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/ Kota) telah berakhir pada Selasa (17/7/2018) lalu. Dan tidak ada perpanjangan waktu.

"Alhamdulillah sudah didaftarkan saya menjadi caleg DPRD dengan nomor urut 9 dari partai Perindo nomor 9. Jadi juga saya nyaleg DPRD DKI diwaktu terakhir pendaftaran di KPU DKI Jakarta (16/7)", kata Abdul Rosyid Arsyad, caleg DPRD DKI Jakarta nomor urut 9 dari partai nomor 9 Perindo, kepada redaksi, Jumat (20/7).

"Angkanya kalo digabung jadi 99. Identik dengan Asmaul Husna", sambung Rosyid.

Rosyid meyakini, angka 99 (nomor 9 dari partai nomor 9) ini bukanlah barang kebetulan. Menurutnya hal ini merupakan sinyal bagi dirinya untuk serius dan total mengabdi kepada masyarakat, bangsa dan negara. Kenyataan ini juga menjadikan Rosyid bersyukur tidak terlibat politik transaksional, sebagaimana diharuskan oleh partainya terdahulu, yang menyebabkan ia hengkang ke Perindo.

"Saya tidak mungkin mengundurkan diri kalo tidak ada sebab dan musababnya. Ini sudah hasil kesepakatan musyawarah mufakat dari keluarga, saudara, teman-teman dan konstituen saya. Maka saya mengundurkan diri dari kader dan bacaleg DPRD DKI dari partai Gerindra, dan saya menjadi caleg DPRD DKI dari partai perindo yang tidak ada mahar politik, kontribusi dan tanpa biaya apapun ke partai", paparnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kader dan bacaleg dari partai Gerindra Abdul Rosyid Arsyad tiba-tiba mengundurkan diri sebagai kader maupun bacaleg dari partai Gerindra. Ia mundur sebab diharuskan membayar mahar dalam jumlah yang cukup besar, ratusan juta rupiah per caleg.

"Saya tidak cukup uangnya dan tidak mau ada politik transaksional, agar saya tidak terbebani, ketika saya menjadi DPRD DKI, yang pastinya akan berpikiran balik modal, tidak fokus memperjuangkan permasalahan masyarakat, dan terlebih saya tidak mau ikut rombongan koruptor", ungkap Abdul Rosyid yang juga Ketua Umum Komite Pedagang Pasar (KPP).

Rosyid mrmprediksi, dalam pemilu legislatif 2019 mendatang, isu SARA akan dihembuskan pihak lawan untuk menjegal para kader Perindo. Namun Rosyid mengaku punya strategi khusus untuk menepisnya, yang dinamainya "Gerakan 99".

"Saya nomor urut 9 di Partai Perindo nomor 9. Gerakan 99 ini identik dengan Asmaul Husna yang jumlahnya 99, karena saya alumni pesantren dan orang tua saya asli orang Cakung Jakarta Timur, agar masyarakat mengetahui di partai Perindo banyak caleg Islam, yang harus mampu merangkul umat beragama, suku dan etnis lainnya, tapi sangat berdedikasi mensejahterakan umat Islam di setiap dapilnya masing masing. Di partai Perindo para caleg dan pengurusnya berbagai agama, suku dan etnis, jadi mengajarkan kita semua menghargai dan menghormati perbedaan agama, suku dan etnis dalam upaya mewujudkan Indonesia Sejahtera", ucap Rosyid.

Dengan alasan kesejahteraan masyarakat ini pula maka kader dan Caleg DPRD DKI Jakarta nomor urut 9 dari partai Perindo nomor 9 dapil kecamatan Cakung, Pulo Gadung dan Matraman Jakarta Timur, ini siap menyisihkan 50 persen penghasilannya, untuk masyarakat di dapilnya, karena Rosyid bertekad untuk memajukan daerah dapilnya.

"Ya, dana 50 persen dari gaji saya akan digunakan untuk membantu masyarakat sekitar dan kaum dhuafa seperti anak yatim piatu dan warga tidak mampu lainnya di Cakung, Pulo Gadung dan Matraman Jakarta Timur. Menjadi DPRD DKI Jakarta semata mata adalah pengabdian ke masyarakat bukan hanya bekerja", pungkas Abdul Rosyid Arsyad Caleg DPRD DKI Jakarta Nomor Urut 9 dari Partai Perindo Nomor 9, Dapil 4 Kecamatan Cakung, Pulo Gadung dan Matraman Kota Jakarta Timur. (bpr)