Selasa, 08 Mei 2018 - 07:56:55 WIB

Peran Penting Pushidrosal Atas Terselenggaranya MNEK Komodo 2018

Penulis : Redaksi
Kategori: PROFILE / OPINI - Dibaca: 318 kali


Multilateral Naval Exercises Komodo (MNEK) 2018 merupakan perhelatan akbar TNI Angkatan Laut yang digelar rutin tiap dua tahun sekali. Multilateral Naval Exercise Komodo 2018 ini diselenggarakan di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), 4-9 Mei 2018, yang diikuti puluhan kapal perang dan pasukan angkatan laut dari 37 negara. MNEK 2018 mengambil tema "Cooperation to Respons Disaster and Humanitarian Issues".

Kegiatan ini bertujuan untuk selain meningkatkan kerjasama diplomasi maritim antarnegara juga untuk memperkuat poros maritim dunia. Kegiatan ini juga memiliki nilai strategis untuk pengenalan dan akulturasi budaya antar negara peserta.

MNEK 2018 ini merupakan kegiatan ketiga kali setelah yang pertama digelar di Batam dan Kepulauan Anambas, Natuna pada 2014, kemudian kedua di Padang dan Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat tahun 2016.

Berbagai kegiatan digelar di antaranya Naval Exercise, upacara pembukaan, Admiral Inspection, pelayaran kebangsaan, Pameran Maritim, Kirab Kota, Mataram Komodo Fun Run dan Fun Bike, Culinary Program, Culture Performance, City Tour, Spouse Program, Kemah Pesisir, Marine Vilage, Medcap (Medical Civic Activity Program), Encap (Engineering Civic Activity Program), Transplantasi Terumbu Karang, serta Penandatanganan dan Penenggelaman Prasasti MNEK.

Suksesnya penyelenggaraan MNEK 2018 di Lombok tidak terlepas dari peran penting Pushidrosal dalam melaksanakan survei dan pemetaan daerah perairan Lombok dan sekitarnya, beberapa bulan sebelum event akbar tersebut digelar.

Pushidrosal berdasarkan Perpres RI Nomor 164 tahun 1960 dinyatakan sebagai Lembaga Hidrografi Nasional, diperkuat dengan Perpres RI Nomor 62 tahun 2016 sebagai Kotama Pembinaan di TNI AL, bertugas melaksanakan kegiatan hidro - oseanografi di perairan Indonesia untuk kepentingan umum dan TNI. Dalam hal ini Pushidrosal mendukung pelaksanaan Multilateral Naval Exercise Komodo 2018 yang diselenggarakan di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Penida Bali.

Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H., menyampaikan bahwa berkaitan dengan kegiatan ini, Pushidrosal telah melaksanakan survei hidro-oseanografi dan pembuatan peta khusus pada area latihan (sea phase) di Selat Lombok, Area lego jangkar di perairan Lembar, perairan Senggigi-Mataram, perairan Pulau Gili Air, Gili Trawangan dan Gili Meno serta pelabuhan Carik (Kab. Lombok Utara).

Tim Survei Pushidrosal dibawah pimpinan Mayor Laut (P) Farid Muldiyatno, S.T. selama 30 hari telah melaksanakan survei hidro-oseanografi di perairan tempat pelaksanaan MNEK, untuk memastikan daerah tempat pelaksanaan kegiatan aman dari bahaya navigasi. Hasil data Pushidrosal menggambarkan detail angka kedalaman laut dan kontur, gambar detail darat, bahaya navigasi dan kedangkalan yang ditemukan serta pengamatan oseanografi dan informasi geografi maritim pada area survei.

Data yang telah didapatkan oleh tim survei, divalidasi dan diolah kembali di Pushidrosal, dan kemudian disajikan dalam bentuk peta khusus MNEK 2018 sebagai acuan para peserta MNEK dalam melaksanakan kegiatannya, seperti menentukan daerah berlabuh dan lego jangkar yang aman bagi kapal perang negara-negara peserta, lintasan sailing pass kapal perang, serta panduan dalam melaksanakan konservasi lingkungan laut.

Peta khusus buatan Pushidrosal tersebut sangat penting sebagai alat bantu navigasi negara peserta latihan, utamanya dari Manca Negara, karena hanya Peta Laut terbitan Pushidrosal sebagai sarana bernavigasi yang keabsahannya diakui secara internasional, karena pembuatannya mengikuti standar internasional dengan tingkat ketelitian standard SP. 44 yang dikeluarkan oleh International Hydrographic Organization (IHO).