Sabtu, 28 April 2018 - 12:17:07 WIB

Opera Ainun 2018 : Sosok Ainun diatas Panggung Opera

Penulis : Redaksi
Kategori: INFOTAINMENT - Dibaca: 279 kali


Indonesia memiliki banyak figur perempuan inspiratif, salah satu dari sosok tersebut adalah Hasri Ainun Habibie (1937 - 2010), seorang dokter, ibu rumah tangga, dan Ibu Negara Republik Indonesia di masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie (1998 - 1999). Sosok Ainun menjadi tokoh sentral dalam diskusi yang dihadiri oleh komponis Purwa Tjaraka dan impresario Sapti Wahyudi. Diskusi yang berlangsung di Kopi Kalyan Jakarta ini sekaligus menjadi ajang peluncuran dari Opera Ainun, pertunjukan yang mengambil inspirasi cerita dari perjalanan hidup Hasri Ainun Habibie.

Kepergian Ainun di tahun 2010 menginspirasi B.J. Habibie untuk merampungkan buku tentang kisah cinta mereka berdua, "Habibie dan Ainun", yang kemudian diadaptasi ke dalam layar lebar pada tahun 2012 dan meraih kesuksesan masif. Baik dalam buku maupun film, Ainun digambarkan sebagai seorang perempuan cerdas dan mandiri yang menjadi pendamping setia suami.

Namun, masih banyak sisi lain yang belum diketahui tentang Ainun, seperti etos kerja keras, dedikasi terhadap keluarga sebagai seorang ibu rumah tangga, dan jiwa sosial yang tinggi terutama di bidang kesehatan dan pemberdayaan generasi muda. Yayasan Orbit adalah salah satu organisasi yang dibina olehnya. Bagi para pengurus Yayasan Orbit, Ainun dikenang sebagai figur yang inspiratif dan penuh perhatian. Dedikasi beliau, bahkan semasa beliau sakit sebelum tutup usia, terus mengobarkan semangat para pengurus untuk tetap membina di yayasan Orbit.

Hal ini disepakati oleh Sapti Wahyudi, impresario Lima Dimensi Production (LiDi) yang mengaku terinspirasi dengan sosok Ainun. “Perjalanan Ainun dari seorang dokter muda ambisius yang memilih untuk menjadi ibu rumah tangga demi membesarkan keluarga sangat menarik. Bagaimana ia bisa tetap mewujudkan mimpinya melalui cita-cita suami adalah cerita yang saya rasa sangat relevan dengan banyak perempuan Indonesia", ujar Sapti. Sebagai promotor, LiDi memang memiliki ketertarikan pada pertunjukan karya-karya tematik yang bertujuan sebagai tribut dan apresiasi. Hal ini tercermin pada produksi pertama LiDi, Konser Indonesia Menyanyi Bimbo pada 2015 silam, yang merayakan 50 tahun karir grup musik Bimbo.

Kisah hidup Ainun yang dinamis dan menginspirasi ini memotivasi LiDi untuk menghidupkan kembali sosok Ainun ke atas panggung dalam bentuk pertunjukan opera yang diberi judul Opera Ainun. Dengan melibatkan Purwa Tjaraka sebagai pencipta lagu dan musik (komponis), Titien Wattimena sebagai penulis naskah, dan Ari Tulang sebagai sutradara dan koreografer, Opera Ainun juga akan melibatkan banyak insan muda di dunia seni sebagai pemain dan tim. "Ibu Ainun peduli sekali dengan anak-anak muda. Jadi di sini kami bekerjasama dengan banyak pendatang baru yang sangat berbakat. Dengan begini, saya harap Opera ini juga menjadi menarik buat anak-anak muda", ujar Sapti.

Mengenai format pertunjukan dalam bentuk opera, komponis Purwa Tjaraka menyatakan harapannya untuk menghembuskan napas segar dalam seni pertunjukan Indonesia. “Indonesia belum pernah membuat produksi opera, tetapi sebenarnya kita punya SDM yang mampu menggarap produksi rumit seperti opera. Ditambah dengan sosok Ibu Ainun yang sudah cukup familiar, Opera Ainun bisa menjadi sarana edukasi yang secara konten inspiratif dan secara eksekusi inovatif", ujar Purwa yang akan menciptakan komposisi atau ciptaan musik baru untuk musik sebagai instrumental, aria, dan pengiring libretto pada Opera Ainun.

Proses persiapan Opera Ainun sendiri telah berlangsung sejak 2016, dimana LiDi sebagai pihak promotor telah mendedikasikan unit subsidiari khusus yaitu PT Opera Ainun Inc. yang akan mengurus manajemen dan produksi opera. PT Opera Ainun Inc. sempat mengalami pergantian manajemen pada awal 2018 seiring dengan pengembangan produk. Opera Ainun akan tampil perdana di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki pada 15 - 16 September 2018 sebanyak empat kali pertunjukan. Harapannya Opera Ainun juga dapat dipentaskan di panggung internasional di luar negeri serta bisa melakukan pementasan setiap tahunnya hingga 2020.