Rabu, 07 Maret 2018 - 08:38:47 WIB

Gelar Rapimnas XI, Gapeksindo Sorot Lemahnya Integritas

Penulis : Redaksi
Kategori: EKONOMI DAN BISNIS - Dibaca: 263 kali


Raja- Gabungan Perusahaan Konstruksi Nasional Indonesia (Gapeksindo) menggelar Rapat Pimpinan Nadional (Rapimnas) ke-XI tahun 2018 di Merlyn Park hotel, Jakarta, Selasa-Rabu (6-7/3/2018).

Rapimnas yang mengambil tema "Bersama Membangun Konstruksi Indonesia yang Berintegritas" dan diikuti oleh 556 orang anggota dari seluruh perwakilan daerah se Indonesia tersebut dibuka oleh Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin, Selasa (6/3).

Dalam sambutannya Syarif menyorot masih rendahnya angka tenaga kerja bidang konstruksi yang telah bersertifikasi. Perusahaan-perusahaan kontraktor diminta untuk turut membantu menangani ini.

"Tenaga kerja bersertifikasi di konstruksi rendah. Dari sekitar 8.1 juta tenaga kerja konstruksi, tidak lebih 10 persen yang besertifikat. Ini menjadi tantangan dan persoalan kita untuk mengadakan tenaga kerja berkompetensi", kata Syarif.

Syarif menilai, rendahnya tenaga kerja konstruksi berkompentensi menjadi salah satu penyebab kecelakaan kerja dalam proyek konstruksi yang diakibatkan oleh human error

"Kegagalan konstruksi yang ada biasanya karena tiga faktor, Pemilik, Pengawas dan Pelaksana. Kita sering karena lemahnya pengawasan. Apalagi jumlah tenaga pengawas konstruksi juga kurang", tandasnya.

Sebelumnya, ditempat yang sama Ketua Umum DPP Gapeksindo Irwan Kartiwan mengatakan iklim yang tidak sehat di bidang konstruksi acapkali menjadi penyebab hilangnya integritas para pelaku konstruksi. Karena itu, masalah integritas ini menjadi sorotan dalam Rapimnas XI Gapeksindo tahun 2018 ini.

"Sekarang kalo kita bicara kontraktor seperti (maaf) "kotoran". Kontraktor terdegradasi. Jadi stigma buruk kontraktor. iklimnya menciptakan seperti itu. Kontraktor sudah disusupi politis. Karena itulah kita usung tema integritas dalam Rapimnas XI ini", ungkap Irwan.

Irwan berharap, melalui Rapimnas XI Gapeksindo tahun 2018 ini akan ada kesamaan langkah untuk meningkatkan integritas konstruksi nasional. "Pekerjaan rumahnya memang banyak sekali konstruksi. Tapi ayo kita mulai dengan integritas. Karena konstruksi Indonesia selayaknya memang berintegritas......dan itu diawali dengan kejujuran", tegasnya. (bud/pur)