Selasa, 06 Maret 2018 - 18:28:38 WIB

Indonesia Kirim Delegasi Hadiri Pertemuan EAHC di Xiamen

Penulis : Redaksi
Kategori: POLITIK DAN HUKUM - Dibaca: 193 kali


Indonesia mengirimkan delegasi untuk menghadiri East Asia Hydrographic Commission 5th East Asia Hydrographic Commission (EAHC) and 8th Training, Research and Development Centre - Board of Directors Meeting (TRDC-BOD) yang diselenggarkan di Xiamen, Tiongkok.

Kehadiran Delegasi Indonesia yang terdiri dari Kapushidrosal Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro, Aspotmar, Mayor Jendral TNI (Mar) Gatot Triswanto didampingi oleh Kadisnautika Kolonel Laut (P) Dyan Primana S., Kadispeta Letkol Laut (KH) Abdul Azis Muttaqin ini karena Indonesia yang diwakili Pushidrosal merupakan anggota resmi EAHC.

Pertemuan ini bertujuan untuk meningkatkan kontribusi masing-masing negara anggota EAHC dalam meraih tujuan organisasi di lingkungan EAHC, serta meningkatkan kerja sama dalam bentuk transfer ilmu pengetahuan dan teknologi berupa pelatihan dan kerjasama strategis lain di bidang hidrografi.

Kegiatan yang dibuka oleh ketua delegasi Tiongkok Mr. Yang, Deputy Director Maritime Safety Agency-China ini dihadiri anggota EAHC di antaranya Tiongkok sebagai tuan rumah, Brunei, Filipina, Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, Singapura, Thailand serta satu perwakilan dari IHO Secretary Captain Abri Kampfer.

Kegiatan hari pertama merupakan pertemuan TRDC-BOD ke-8 yang bertujuan melaporkan kegiatan-kegiatan training yang sudah diselenggarakan oleh anggota EAHC dan merencanakan pelatihan-pelatihan dengan tujuan Capacity Building anggota EAHC. TRDC-BOD merupakan salah satu badan di dalam struktur organisasi EAHC yang membidangi program-program pelatihan, pendidikan, penelitan dan peningkatan sumber daya dalam bidang hidrografi. TRDC-BOD diketuai oleh Mr Jamie (Singapura) dan wakil Yong Baek (Korea).

Dalam sambutan pembukaannya, Ketua Mr Jamie dari Singapura menyampaikan tiga hal yang diutamakan di antaranya memaksimalkan penggunaan dana untuk Capacity Building, digitalisasi data dan produk dari masing-masing kantor Hidrografi, serta menjaga kelesetarian lingkungan maritim dalam hal ini masing-masing kantor hidrografi menyediakan MSDI (Marine Spatial Data Infratructure).

Pada hari pertama dilaksanakan paparan oleh masing-masing negara peserta. Delegasi Indonesia memaparkan tentang kegiatan tranining yang telah dilaksanakan di Indonesia yaitu training Disaster Relief and Management pada bulan September 2017, rencana kegiatan training in use of Global Navigational Satellite System (GNSS) for tide Correction for Survey yang akan dilaksanakan pada bulan Juni 2018 serta training atau kursus basic kartografi yang telah dilaksanakan oleh Pusdikhidros dan Pushidrosal serta melaporkan kursus hidrografi atau Dikba Hidros yang tiap tahunnya dilakukan oleh Pusdikhidros.

Delegasi Jepang melaporkan tentang Training Satellite Derived Bathymetri and Lidar dan kegiatan NAVAREA dan MSI dimana ada kekosongan informasi dari Indonesia, maka terkait hal tersebut delegasi Indonesia menyampaikan untuk berniat mengambil alih peran yang terkait dalam pemberian informasi-informasi pelayaran, serta Delegasi Korea menyampaikan tentang Training for Trainer (TfT) Hidrografi oleh Korea.

Selain paparan tiap delegasi peserta, pertemuan tersebut juga membahas tentang program-program pelatihan yang akan dilaksanakan EAHC untuk tahun 2019, penyampaian program jangka panjang dan kendala-kendala yang akan dihadap, serta penjadwalan pertemuan berikutnya yaitu akan dilaksanakan pada awal tahun 2019 bersamaan dengan pertemuan EAHC Steering Committee.