Sabtu, 03 Maret 2018 - 11:26:28 WIB

Gelar ToT, GMDM Targetkan 1 Juta Relawan Anti Narkoba

Penulis : Redaksi
Kategori: METROPOLITAN - Dibaca: 233 kali


Raja- Dalam rangka mewujudkan Indonesia Bersih Narkoba (Indonesia Bersinar), Dewan Pengurus Pusat lnstitusi Penerima Wajib Lapor Badan Koordinasi Nasional Garda Mencegah Dan Mengobati (DPP IPWL Bakomas GMDM) bekerjasama dengan Badan Nakortika Nasional, Badan Narkotika Nasional Provinsi DKI Jakarta, Kementrian Sosial RI, LKBH GMDM dan Ronny Patinasarany Foundation, menggelar training of trainers (ToT) "Bahaya Penyalahgunaan Narkoba", Sabtu (3/3).

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol. Arman Depari mengatakan, ToT ini sebagai upaya menularkan semangat perang terhadap narkoba kepada lebih banyak masyarakat.

"Prioritas kita, bagaimana bisa merekrut anggota, target kita 1 juta relawan baru anti narkoba tahun ini", kata Arman Depari saat membuka ToT di Ruang Diklat DPP Bakomas GMDM, Pondok Kopi Jakarta Timur, Sabtu (3/3).

Arman membenarkan, Indonesia saat ini butuh lebih banyak relawan yang mau mendedikasikan baktinya melawan narkoba.

"Kita memang butuh relawan tangguh yang sungguh-sunhguh mau mendedikasikan karya dan baktinya kepada korban-korban penyalahgunaan narkoba. Karena itu tahun ini kita harap lebih banyak lagi merekrut anggota dan tokoh yg siap bekerja dan berkorban bersama GMDM untuk melawan narkoba", jelas Arman.

Arman meyakini, target 1 juta relawan baru anti narkoba tersebut bukan target yang muluk-muluk, terlebih melihat semangat para relawan mengikuti ToT. "Dengan semangat seperti ini maka 1 juta anggota baru itu sangat mudah", tegasnya.

Dikesempatan yang sama, Ketua Umum GMDM Jefri Tambayong menuturkan, penyalahgunaan narkoba di bumi nusantara ini sudah sangat mengkhawatirkan. Karenanya menurut dia, ketegasan Presiden Joko Widodo untuk perang terhadap narkoba harus diapresiasi dan didukung penuh oleh seluruh anak bangsa.

"Disinyalir ratusan ton masuk ke Indonesia. Bila tidak ditangani dengan tegas maka kita bisa mengalami loss generation. Karena itu kita harus bersinergi dengan semua pihak dan agama, lintas sektor, untuk bergerak bersama untuk Indonesia", paparnya.

Jefri berharap, melalui ToT, peserta kemudian mampu memberikan informasi yang jelas dan benar mengenai bahaya Penyalahgunaan narkoba dan penularan HIV-AIDS kepada Iingkungannya dan menjadi Penyuluh di Lingkungan masing-masing baik di daerah tempat tinggal mereka maupun di komunitas mereka.

"Agar meningkat peran serta masyarakat untuk dapat bergerak bersama daIam kepeduIian dan turut memiIiki rasa tanggung jawab atas upaya pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkoba", pungkas Jefri. (bud/pur)