Selasa, 13 Februari 2018 - 01:19:18 WIB

Ketum Betawi Bangkit Prihatin, Hanya Ingin Masuk MURI, Budaya Diinjak-injak

Penulis : Redaksi
Kategori: METROPOLITAN - Dibaca: 237 kali


"Dodol bagi masyarakat Betawi itu bukan cuma makanan. Itu memcerminkan budaya guyub, gotong royong. Makanan yang wajib ada pada hari-hari besar, seperti Idul Fitri. Dan kalaupun hanya dipandang makanan, harus tetap dihormati, tidak untuk diinjak-injak".

Hal tersebut dikemukakan Ketua Umum Betawi Bangkit, David Darmawan usai menyaksikan pesta rakyat spektakuler "Bekasi Jaman Now" yang digelar Pemkot Bekasi dalam rangka HUT Ke-21 Kota Bekasi, di Boulevard Summarecon Bekasi, Minggu (11/2).

David sangat prihatin dengan kejadian dodol yang menjadi rebutan dan terinjak-injak oleh massa dalam pesta rakyat tersebut.

Dalam pesta rakyat "Bekasi Jaman Now" yang digadang-gadang spektakuler ini memang digelar berbagai kegiatan ekonomi, olahraga, seni, musik dan budaya, yang salah satunya adalah pemecahan rekor MURI Dodol Terpanjang di Dunia.

"Tadinya saya pikir ditaruh di atas meja, bukan digantung jadi pembatas jalan begitu. Yang jelas rebutan dan menginjak-injak makanan itu sama sekali tidak mencerminkan budaya bangsa Timur, khususnya Indonesia, apalagi budaya Betawi, yang sangat menghargai makanan. Dimana letak budayanya itu (menginjak-injak makanan) ?", kata David kepada wartawan.

Terlebih, lanjut David, dodol dalam budaya Betawi memiliki makna tersendiri sehingga menjadi salah satu menu yang wajib ada saat hari-hari besar, termasuk Idul Fitri.

"Saya kira dari budaya manapun, pasti kita menghargai makanan. (kejadian) ini karena eo-nya hanya sporadis (memanage kegiatan)", tandasnya.

Menurut David, alih-alih mau spektakuler, pesta rakyat "Bekasi Jaman Now" yang digelar Pemkot Bekasi ini hanya berkesan hura-hura, konsumtif dan hedonisme. Jauh dari memuliakan akar budaya masyarakat setempat.

"Ada yang salah dalam mindset eo/ marketing/ panitia penyelenggara. Karena Bekasi Jaman Now itu harusnya inklusif (31/1/18, 3:13:20 PM: Kintan Daai TV: https://youtu.be/9nGY_o_qh2s), dan spektakuler itu harusnya digital (31/1/18, 3:13:45 PM: Kintan Daai TV: https://youtu.be/zOG-ecgTC44). Jadi bukan sekedar hura-hura, konsumtif apalagi hedonistik begitu", pungkas David. (bud)