Sabtu, 10 Februari 2018 - 11:16:26 WIB

Dukung Road Pasar to Pasar, Dirut PD Jaya : "Harus Ada Wujud Nyatanya"

Penulis : Redaksi
Kategori: METROPOLITAN - Dibaca: 203 kali


Raja- Meski menyatakan medukung program Road Pasar to Pasar yang digagas Komite Pedagang Pasar (KPP), namun Dirut PD Jaya Arief Nasarudin meminta program tersebut berkelanjutan dan memberikan wujud nyata.

"Kalau itu memang kemudian membuat pasar menjadi lebih ramai, kita dukung", kata Arief usai kunjungan ke Pasar Klender, Jakarta, Jumat (9/2).

Menurut Arief program Road Pasar to Pasar yang digagas KPP memang bagus, sehingga diharapkan bisa lebih memberdayakan pedagang pasar dan UMKM di sekitar pasar.

"Itu memang bagus. Mereka mau sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan juga. Melalui ini (Road Pasar to Pasar) kita ingin asosiasi pedagang benar-benar tahu cor-nya itu seperti apa. Tapi saya minta, wujud nyatanya harus ada", ujarnya.

Arief mencontohkan, hasil kunjungan ke Pasar Klender ditemukan fakta, ada sekitar 200-an kios yang kosong di lantai atas.

"Nah, KPP saya ajak untuk ikut memikirkan ini, bagaimana agar pedagang kaki lima bisa diajak masuk kedalam pasar, kios-kios terisi", ucapnya.

Arief mengaku tidak mengerti mengapa banyak kios yang kosong. Padahal Pasar Jaya telah memberikan keringanan kepada pedagang dengan memberi gratis menempati kios selama 6 bulan, dan hanya membayar pemakaian listrik sebesar Rp 75 ribu perbulan.

"Saya masih nggak paham kenapa pedagang k-5 demen berusaha tapi nggak nyaman. Kalau di dalam pasar kan nyaman. Nggak dikejar-kejar Satpol PP. Sayang sekali itu di Klender ada 200 kios yang kosong. Kita akan cari tenant-tenant mix yang memang diperlukan. Kalau perlu mungkin dibongkar di atasnya jadi children play ground, atau fasilitas yang lain", ungkapnya.

Jadi, lanjut Arief, ia meminta semua asosiasi padagang pasar untuk memberdayakan anggotanya ikut menyelesaikan madalah ini juga.

"Nggak apa-apa (programnya) misalkan dari KPP, Apsi, Puskopas atau dari asosoasi lainnya. Ayo bantu kita. Pasar Jaya nggak mungkin bisa sendirian membenahi. Jadi ayo kita wujudkan pasar tradisional itu terjaga dengan aman. Terlebih ditengah kompetisi yang sangat ketat saat ini", pungkas Arief. (Bud/Pur)