Jumat, 09 Februari 2018 - 07:56:59 WIB

Terbukti Bersalah, Sarah Susanti Divonis 10 Bulan Kurungan

Penulis : Redaksi
Kategori: METROPOLITAN - Dibaca: 261 kali


Raja- Sarah Susanti, terdakwa dalam kasus Pemalsuan Akta Nikah dan Penggelapan Aset milik alm. Kombes Pol. (purn) Agus Maulana Kasiman, akhirnya divonis 10 bulan kurungan. Lebih ringan dari tuntutan Jaksa yang menuntut 1,5 tahun penjara.

Dalam fakta persidangan Sarah terbukti dan sah meyakinkan melanggar pasal 263 KUHP, dengan menggunakan buku nikah palsu yang menyebabkan kerugian bagi orang lain.

"Terbukti secara sah dan meyakinkan menggunakan buku nikah palsu. Maka menjatuhkan hukuman selama 10 bulan kurungan", kata Ketua Majelis Hakim Iswahyudi Widodo SH. MH saat membacakan putusannya di PN Jakarta Selatan Kamis (8/2).

Majelis Hakim menilai, dalam fakta persidangan tidak ditemukan adanya alasan pembenar dan pemaaf tindakan terdakwa, sehingga harus dihukum dengan setimpal.

"Yang memberatkan, perbuatan terdakwa dapat merugikan orang lain, dan dapat menimbulkan keresahan. Sedangkan yang meringankan, terdakwa bersikap sopan, taat menghadiri persidangan, dan belum pernah dihukum", ujar Iswahyudi.

Atas putusan ini terdakwa maupun Jaksa Penuntut Umum menyatakan "pikir-pikir".

Sementara usai sidang, pihak penggugat, Melpa Tambunan mengaku dapat menerima putusan tersebut, meskipun merasa tidak puas.

"Bagi saya yang penting keputusan ini menegaskan bahwa benar dia bersalah, jadi tidak lagi abu-abu. Kalo secara kerugian batin-materiil saya merasa itu (keputusan) tidak adil, apa yang saya pribadi alami waktu kejadian sampai sekarang. Tapi kalau toh seperti ini yang terjadi, saya terima. Kalau banding, saya harap Jaksa lebih strenght, lebih kuat lagi untuk dakwaannya. Karena kan semua terbukti", kata Melpa.

"Perasaan saya sih lega, karena dinyatakan bersalah. Cuma memang kalo kerugian materiil, tuntutannya menurut saya terlalu ringan", pungkas Melpa.


Dissenting Opinion

Ada yang menarik dalam sidang putusan ini, yakni terjadi ketidak-bulatan pendapat Majelis Hakim, dissenting opinion.

Hakim Anggota 1 memberikan dissenting opinion tentang unsur pokok merugikan orang lain.... terdakwa menggunakan foto copy -an yang tidak pernah ada aslinya, sehingga harus dianggap tidak pernah ada. Maka unsur merugikan orang lain menjadi tidak terbukti.

"Dengan demikian tidak terbukti menggunakan buku nikah palsu, sehingga harus dibebaskan dari tuntutan dan direhabilitasi/ dibersihkan namanya", ujarnya.

Menanggapi adanya dissenting opinion ini, anggota Komisi Pengawas Peradi, Zulham menilai dissenting opinion adalah hal yang biasa dalam persidangan. "Tapi yang terpenting adalah, keputusannya menyatakan dia bersalah. Secara ideal, adil yang dilakukan oleh hakim dalam putusannya, akan selalu ada pihak yang merasa tidak puas, merasa tidak adil. Tapi perlu diigat, salah satu tujuan hukum itu memberi manfaat, memberi pelajaran kepada siapapun yang berkaitan dengan penegakannya. Jadi yang penting saat ini adalah, terbukti, meyakinkan melakukan pelanggaran berkaitan dengan tindak pidana. Jadi intinya, esensinya adalah, dia dinyatakan bersalah", jelas Zulham. (bud)