Kamis, 08 Februari 2018 - 22:34:03 WIB

Gaji dan Pesangon Dikatung-katung, Gatari Didemo Karyawan dan Ex Karyawan

Penulis : Redaksi
Kategori: EKONOMI DAN BISNIS - Dibaca: 754 kali


Berbulan-bulan gaji dan pesangon tak dibayarkan, puluhan karyawan dan ex karyawan PT Gatari Air Service gelar aksi damai menuntut hak-hak mereka, di Hanggar Gatari, Cibubur, Jakarta, Kamis (8/2).

Koordinator aksi damai, Iwo Suparwo mengatakan, aksi damai ditengah guyuran hujan tersebut terpaksa dilakukan karena pihak manajemen PT Gatari Air Service, anak perusahaan Humpuss milik Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto) ini tak kunjung menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan kewajibannya kepada karyawan dan ex karyawan.

"Ini keprihatinan kami baik karyawan dan ex karyawan atas hak-hak kami yang sampai sekarang belum diselesaikan oleh PT Gatari Air Service", kata Iwo, ex. Manager HRD PT Gatari Air Service, disela-sela aksi.

Dalam Aksi Damai tersebut karyawan dan ex karyawan PT Gatari menuntut segera dibayarkannya gaji dan tunjangan karyawan yang selama 7 bulan tidak dibayarkan, dengan nilai total sekitar Rp 5,5 miliar.

Kedua, segera dipenuhinya hak pesangon karyawan yang sudah diberhentikan. "Untuk ex karyawan, sejak Agustus 2016, belum mendapatkan uang pesangon yang sudah dijanjikan dan sudah diperjanjikan. dengan nilai sekitar Rp 7,7 miliar", kata ex. Manager Keuangan PT Gatari, Budi Pitoyo.

Selain itu, lanjut Budi, karyawan dan ex katyawan meminta segera dilunasinya iuran Jamsostek yang sejak Juni 2013 hingga Januari 2018 belum dibayarkan, dan iuran BPJS Kesehatan yang juga belum dibayarkan oleh PT Gatari Air Service, sebesar Rp 4,2 miluar. Serta iuran Koperasi Karyawan yang belum disetorkan ke koperasi PT Humpuss sebesar Rp 173 juta.

"Totalnya sekitar Rp 18,5 miliar", ungkap Budi.

Iwo menambahkan, selama ini karyawan dan ex karyawan PT Gatari bersikap diam karena berharap ada langkah konkrit dari manajemen untuk menyelesaikan kewajiban-kewajibannya semua. "Namun sampai detik ini tidak ada realisasi maupun upaya yang jelas dari manajemen, maka kami terpaksa melakukan upaya aksi damai ini, dengan harapan manajemen dan semua stakeholder PT Gatari dapat memperhatikan hak-hak kami, mendengarkan jeritan kami ex karyawan maupun karyawan, dan agar segera diselesaikan", tandasnya.

Ditempat yang sama, ex. Manager Operasional PT Gatari, Capt. Didit S menuturkan, karyawan dan ex karyawan sangat menyadari kondisi perusahaan yang sedang sulit. Namun demikian manajemen juga hendaknya memahami kondisi dan menghormati serta tidak menggantung hak-hak karyawan mauoun ex karyawannya.

"Alasan manajemen kan, kondisi operasional Gatari. Gatari saat ini memiliki tiga pesawat, tapi itu tidak ada yang terbang. Jadi tidak ada penghasilan. Padahal sebenarnya potensi pasar banyak sekali. Dan Gatari kan juga punya pemegang saham, punya Humpuss dan Humpuss ada pemiliknya, Tommy Soeharto. Mereka tahu kondisi Gatari koq karena kami terus memberi laporan. Sayangnya mereka sampai sejauh ini belum secara total memperjuangkan untuk memenuhi hak-hak karyawan maupun ex karyawan ini", papar Didit.

Menurut Didit ada dua opsi yang bisa ditempuh manajemen Gatari, yakni untuk menghidupkan kembali Gatari dengan suntikan dana segar dari Humpuss sebagai induk perusahaannya. "Atau terpaksa menjual aset untuk memenuhi semua kewajibannya, membayar gaji karyawan dan pesangon ex karyawan, serta kewajiban-kawajiban lainnya", pungkas Didit. (bud/pur)