Minggu, 04 Februari 2018 - 00:48:03 WIB

Potensi Besar, BPJS Ketenagakerjaan Serius Garap Pedagang Pasar

Penulis : Redaksi
Kategori: EKONOMI DAN BISNIS - Dibaca: 238 kali


Raja- BPJS Ketenagakerjaan tampaknya mulai serius menggarap potensi yang ada di pasar-pasar tradisional. Hal tersebut tergambar dalam upaya "jemput bola" melalui sosialisasi ketenagakerjaan yang mulai dilakukan di pasar-pasar tradisional di seluruh DKI Jakarta.

"Potensinya sangat luar biasa. Dan mereka rata-rata belum mendapatkan perlindungan. Oleh karenanya kami (turun) dan ini nanti gerakannya se Jakarta, pasar-pasar itu akan kami kunjungi, untuk memastikan para pedagang itu mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan", kata Agoes Masrawi Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Menara Jamsostek, disela-sela sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan di Pasar Tebet Timur, Jakarta, Sabtu (3/2).

"Pedagang-pedagang pasarpun itu punya hak yang sama untuk mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Dimana resiko setiap orang bekerja pasti ada, terlebih lagi ini pedagang pasar yang bekerja dari pagi buta hingga malam. Nah tentunya negara pumya kewajiban, melalui BPJS Ketenagakerjaan, memberikan perlindungan kepada para pedagang pasar", tambah Agoes.

Agoes menjelaskan, program jaminan sosial ketenagakerjaan yang ditawarkan kepada pedagang pasar yakni meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.

"Iurannya sangat murah sekali. Untuk 2 program (jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian) cukup membayar Rp 16.800. Bagi yang mau menabung Jaminan Hari Tua, tambah Rp 20 ribu lagi, jadi 3 program hanya Rp 36.800", jelasnya.

Agoes mentargetkan program jaminan sosial yang sangat menarik namun berbiaya murah ini akan dapat diikuti seluruh pedagang pasar se DKI Jakarta.

"Targetnya tentunya seluruh pedagang pasar mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan. Tidak boleh dipilah-pilah, sebab itu adalah hak dasar setiap pekerja", ujarnya.

Untuk mempermudah dan menjangkau akses yang lebih luas, BPJS Ketenagakerjaan sengaja menggandeng KPP (Komite Pedagang Pasar) untuk membantu mensosialisasikan program perlindungan kepada para pedagang pasar.

"Mereka itu (KPP) lebih dulu mengenal para pedagang pasar, mereka punya program perlindungan sosial kepada para pedagang. Tadi Ketua Umnya sudah memberi tauladan dan timnya ikut daftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Ini suatu contoh konkrit kesadaran bahwa pedagang juga perlu perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan", papar Agoes.

"Kegiatam sosialisasi di pasar tradisional ini akan terus kita lakukan. Kita akan terus mengingatkan/ mengajak/ mengedukasi/ meyakinkan bahwa perlindungan ini sesungguhnya dibutuhkan", pungkas Agoes. (bud)