Senin, 22 Januari 2018 - 18:31:21 WIB

Mentan Tegaskan : Panen Raya 2018, Indonesia Surplus Beras

Penulis : Redaksi
Kategori: EKONOMI DAN BISNIS - Dibaca: 341 kali


Raja- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meyakinkan bahwa tahun 2018 Indonesia akan surplus beras. Hal tersebut disampaikannya usai melakukan panen raya perdana di Desa Gandong, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Senin, (22/1).

Dalam panen raya perdana ini Mentan didampingi Ketua KPPU Syarkawi Rauf, Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Tatang Sulaiman, Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal Pol Drs Ari Dono Sukmanto, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Arip Rahman, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin, serta Bupati Bojonegoro.

"Alhamdulillah kita memasuki panen raya. Kami menyaksikan dari udara, meyakinkan bahwa kita sudah mulai panen raya", kata Amran.

Amran menuturkan, di Kecamatan Kanor Bojonegoro, luas lahan yang memasuki proses panen mencapai 1.800 hektar dengan produktivitas gabah kering panen (GKP) mencapai 9-12 juta ton.

Sementara target panen raya pada bulan Januari seluas 300 ribu hektar di seluruh Indonesia. Sedangkan untuk Februari, total lahan yang akan dipanen mencapai 1,7 juta hektar.

"Kita hitung-hitung, (produksi) 5-6 juta ton beras. Kebutuhan per bulan hanya 2,5 juta ton. Anda bisa hitung sendiri (surplus)", tegasnya.

Namun demikian, untuk mengamankan target surplus tersebut, Mentan meminta Bulog untuk dapat menyerap hasil panen sebanyak-banyaknya.

"Serap gabah maksimal, supaya stok mencukupi", ujarnya.

Bulog diminta menyerap 3,7 juta ton beras pada 2018. Hal itu perlu dilakukan untuk menjaga stok beras hingga akhir tahun. "Dengan demikian maka stok beras Bulog akhir Desember 2018 mencapai minimal 2,0 juta ton", papar Mentan. (Bud/mtr)