Kamis, 04 Januari 2018 - 00:40:03 WIB

Mentan Sebut Paradigma Baru : "Panen Tiap Hari" Sudah Terbukti

Penulis : Redaksi
Kategori: EKONOMI DAN BISNIS - Dibaca: 251 kali


Raja- Menteri Pertanian Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman mengakui, meyakinkan dan merubah paradigma masyarakat bahwa Indonesia bisa bebas dari impor komoditi beras, jagung, dan kedelai, bukanlah hal mudah. Terlebih selama ini masyarakat terlanjur menerima paradigma "ada musim paceklik".

"Bila selama 70 rahun kita kenal ada paceklik, itu sekarang kita singkirkan. Kita bangun paradigma baru :
Tada hari tanpa tanam, Tiada hari tanpa panen", kata Amran dalam Rapat Koordinasi Gabungan Ketahanan Pangan dan Evaluasi Upsus Tahun 2017 di Auditorium Kementan, Jakarta, Rabu (3/1).

Acara tersebut dihadiri oleh Aster KSAD, Perwakilan Aster Kasdam (KodamI/BB dan Kodam XIV/HSN), Direktur Pengadaan Perum Bulog, dan Kepala Dinas Pertanian dari berbagai daerah di Indonesia.

Amran menjelaskan, paradigma baru tersebut yakni dengan menerapkan teknologi dan pola tanam yang tepat : memberikan alat dan mesin pertanian (alsintan), membagi pupuk dan benih secara gratis, serta memperbaiki sistem irigasi, sehingga tiada hari tanpa panen dapat terwujud.

"Karena tidak ada air tidak ada kehidupan, maka kita adakan air. Kita mengoptimalkan air hujan. Kita bangun embung, lebak, pompanisasi dll. Jadi kalo dulu panen hanya 1 kali, 2 kali, kita bikin 3 kali", tegasnya.

Amran menuturkan dengan paradigma baru tersebut Indonesia terbukti tidak perlu mengimpor (swasembada) beras, bahkan telah dapat mengekspor beras. "Ini tahun ke 3 kita berhasil memberi makan penduduk tanpa ada impor (beras)", ujarnya.

Amran juga menegaskan, panen pada Januari (paradigma lama : musim paceklik) di Karawang Jawa Barat, Rabu (3/1), menjadi bukti realisasi paradigma baru, sekaligus menjawab tudingan berbagai pihak bahwa Indonesia mengalami masa paceklik beras.

"Kami lihat langsung di lapangan apa benar ada panen sampai saat ini. Karena ada yang mengatakan tidak ada panen. Semua dilihat dari udara, dan juga keliling, bukan naik helikopter saja tapi mendarat. Keliling di Jawa Barat ternyata banyak panen", tandasnya. (Bud/pur)