Rabu, 06 Desember 2017 - 22:21:33 WIB

Sidang Akta Nikah Palsu, Terdakwa Inkonsisten, Saksi Hanya "Katanya"

Penulis : Redaksi
Kategori: METROPOLITAN - Dibaca: 240 kali


Raja- Riana Rosmawati, saksi terakhir yang diajukan tim kuasa hukum terdakwa kasus pemalsuan akta nikah dan penggelapan aset milik almarhum kombes pol Agus Maulana Kasiman, mengaku mengetahui status terdakwa Sarah Susanti adalah istri alm. Agus hanya berdasar pernyataan mantan bosnya tersebut.

Untuk diketahui, Riana merupakan sekertaris alm. Agus Maulana di Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI).

"Saya tahunya Sarah istri Agus hanya dari keterangan Agus Maulana saja", kata Riana dalam kesaksiannya di PN Jakarta Selatan, Rabu (6/12).

Riana juga mengakui tidak pernah melihat langsung pernikahan Agus-Sarah ataupun melihat Akta Nikah Agus-Sarah.

"Saya mendampingi Sarah waktu minta perlindungan ke PP Polri. Disitu disertakan buku nikah. Saya melihat buku nikahnya, tapi tidak membaca (isinya)", ungkapnya.

Sementara terdakwa Sarah Susanti yang mengaku telah menikah siri dengan Agus Maulana, dalam keterangannya mengaku meminta perlindungan ke PP Polri karena merasa diteror oleh istri sah Agus, Melpa Tambunan.

Teror seperti apa ? Tanya hakim. "Melpa datang bersama pengacaranya, meneror akan mengusir (dari rumah dinas) dan mengancam akan menggugat saya", kata Sarah.

Pernyataan Sarah ini sangat bertentangan dengan keterangan para saksi sebelumnya, yang menyatakan justru Sarah-lah yang selalu mengusir saat Melpa datang. (baca : http://www.radarjakarta.com/berita-6862-terungkap-terdakwa-minta-tebusan-rp-13-miliar.html )

Dihadapan majelis hakim, Sarah juga terkesan inkonsisten saat memberi keterangan.

Sarah mengaku tidak tahu menahu tentang adanya buku nikah atas nama Agus-Sarah, tidak pernah menandatanganinya, dan tidak pernah menggunakan untuk keperluan apapun.

Namun ia juga mengatakan, "Sebelum umroh suami pernah lihatkan surat nikah di Serang Baru Bekasi". Bahkan, "Penyertaan (lampiran) surat nikah di permintaan perlindungan PP Polri itu inisiatif saya. Untuk meyakinkan bahwa saya adalah istri sah almarhum", ujarnya.

Sarah juga mengatakan tidak tahu isi tas yang selama ini berkali-kali diminta oleh Melpa. Sebab tas tersebut telah diserahkannya kepada Maudy, anak Agus dari istri pertama.

"Surat-surat itu saya berikan ke Maudy. Saya tidak tahu isinya apa saja karena dalam tas (koper) terkunci. Untuk selanjutnya disimpan ke rumah uwaknya (paman). Saya sama sekali tidak pegang surat-surat itu. Yang saya serahkan ke Maudy, 2 surat ruko atas nama Agus dan Melpa. 2 surat tanah atas nama Melpa", katanya inkonsisten.

Keterangan terdakwa yang inkonsisten ini dipertegas oleh penggugat, Melpa Tambunan usai sidang.

"Dari awal (BAP) dia bilang (tas) ada sama dia. Tapi dua sidang terakhir dia bilang diserahkan ke Maudy karena dianggap ahli waris. Dia bilang saya mengusir dia, padahal 4 kali saya datang baik-baik, tapi dia teriak-teriak. Karena itu saya ajak ayo kita selesaikan secara hukum. Maka saya somasi dia 2 kali. Baru saya gugat, karena dia tidak ada itikat baik", jelas Melpa.

"Di BAP juga dia bilang ada buku nikah. Bahkan pernah dia tunjukkan (dalam kasus lain) dimuka hakim. Sekarang dia bilang tidak tahu", lanjut Melpa.

"Ini semua seolah mau dijungkir balik. Jangan lupa (fakta) dia pernah bilang akan serahkan dokumen itu kalo saya (Melpa) serahkan uang Rp 1.3 miliar. (baca : http://www.radarjakarta.com/berita-6862-terungkap-terdakwa-minta-tebusan-rp-13-miliar.html ) Dan itu di sidang tidak dibantah", pungkas Melpa. (Bud)