Kamis, 23 November 2017 - 02:32:32 WIB

Waspada, Kanker Paru Ternyata Pembunuh Utama di Dunia

Penulis : Redaksi
Kategori: PROFILE / OPINI - Dibaca: 235 kali


Raja- Kanker paru masih menjadi penyebab kematian utama di seluruh dunia, dengan total 1,2 juta (16,8%) angka kejadian baru dan lebih dari 1 juta (30%) kematian yang disebabkan oleh kanker paru (GLOBOCAN 2012). Kondisi serupa dapat ditemui di Indonesia. Kanker paru menduduki peringkat pertama dalam angka kejadian dan kematian. Setiap tahunnya muncul 25 ribu angka kanker paru baru, dan lebih dari 25 ribu orang meninggal per tahunnya di Indonesia akibat kanker paru (WHO - Cancer Country Profiles, 2014).

Sekalipun tetap memiliki peranan, peran deteksi dini pada kanker paru tidaklah sebesar perannya pada kanker-kanker lain. Fakta memang menyatakan bahwa semakin dini stadium kanker paru, maka angka kesakitan dan angka kematiannya akan semakin rendah. Beberapa literatur terbaru menyatakan bahwa pemeriksaan low dose CT-scan (LDCT) dapat mengurangi angka kematian hingga 20%. Namun angka tersebut sesungguhnya tidak cukup signifikan.

Berbeda dengan beberapa kanker tertentu yang dominan dengan faktor risiko genetik, kanker paru sebenarnya sangat mudah untuk dicegah.

Merokok merupakan faktor risiko utama kanker paru yang telah lama diketahui. Orang yang merokok 15 hingga 30 kali lebih berisiko untuk menderita kanker paru dibandingkan dengan yang tidak merokok.

Hal yang menyedihkan adalah, lebih dari sepertiga penduduk Indonesia adalah perokok (pernyataan Menteri Kesehatan RI di Indonesian Conference on Tobacco or Health). Lebih daripada itu, jumlah tersebut belum termasuk perokok pasif yang membuat mereka yang berisiko terkena kanker paru menjad meningkat.

Sembari terus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk waspada terhadap tanda-tanda awal yang dapat dicurigai sebagai kanker paru, yaitu: batuk-batuk lebih dari 3 minggu, pola batuk yang berubah, batuk darah, infeksi paru menetap yang tidak kunjung sembuh; rasanya tidak berlebihan rasanya untuk mengaitkan gerakan kepedulian kanker paru dengan gerakan pembatasan rokok.

Saatnya kita bebaskan ruang udara publik dari serbuan asap rokok. !!!