Jumat, 17 November 2017 - 09:58:31 WIB

Franz Budi : Lewat Connext, BP Academy Dukung Realisasi 1.000 Startup

Penulis : Redaksi
Kategori: EKONOMI DAN BISNIS - Dibaca: 378 kali


Raja- Franz Budi Pranata, CEO BP Academy membenarkan akan memberikan dukungan penuh dengan dibukanya lokasi baru Connext co working space, yakni di gedung Cyber 2 Tower, Kuningan, Jakarta.

Dukungan ini akan diberikan BP Academy kepada semua member Connext co working space, para startup, mulai dari pemilihan ide-ide kreatif yang dapat direalisasikan, pelatihan, hingga mencari investor yang tepat, agar startup dapat cepat melesat dan berhasil.

"Jadi kami dari BP Academy itu membantu memberikan menyediakan speaker, mengajarkan cara buat video di youtube, meme design, instagram, email marketing yang bagus, copywritingnya seperti apa, juga bantu di facebook ber ikannya bagaimana. Jadi kita ajarkan cara-cara digital marketing ewat medsos", papar Franz disela-sela launching Connext co working space Cyber 2 Tower, Kuningan, Jakarta, Kamis (16.11).

Menurut Franz, Connext co working space Cyber 2 ini akan menjadi co working space yang tepat untuk berkumpulnya para startup, UKM maupun komunitas dalam mengembangkan bisnisnya dari mulai masih ide-ide sampai akhirnya bisa diakselerasi.

"Kita bantu dengan pelatihan dari segi ide creativenya dengan bagus. Untuk startup berhasil itu seperti apa saja Juga pemilihan teknologinya, apakah lewat aplikasi, website, sehingga startup ini bisa berhasil dari segi teknologi, design, user interface dan user experience, hingga akhirnya nanti ditesting dan dilaunching juga kita bantu. Bahkan juga sampai mendapatkan pendanaan. Kita mencarikan investornya, sampai mereka besar", jelas Franz.

Franz mencontohkan, peran Connext akan seperti Plug and Play di Amerika yang membantu para startup mulai dari spacenya, pelatihan, ide-ide, pendanaan hingga teknologinya.

"Kita sediakan partner-partner yang bisa sediakan teknologi yang murah. Jadi kita bantu agar investasi mereka relatif tidak terlalu besar untuk pemanfaatan teknologinya", ujarnya.

Franz sendiri sejauh ini sudah mendirikan 25 startup, sehingga ia menadi mengerti betul bagaimana startup bisa berhasil ataupun gagal. "Saya yakin pengalaman ini bisa disharingkan. Bagaimana agar Indonesia bisa subur dengan startup yang berhasil dengan biaya yang terjangkau. Ini juga mendukung program pemerintah ciptakan 1.000 startup", imbuhnya.

Franz mengakui, kalau bicara iklim di Indonesia memang masih banyak yang belum paham apa itu startup dan bagaimana membangun startup. Banyak komunitas yang berkumpul namun bingung mau bikin apa, ataupun ide apa dari mana.

"Padahal banyak sekali yang bisa dibikin. Semua berangkatnya dari masalah. Misalnya masalah kemacetan maka ada gojek, masalah booking traveling maka ada trveloka, masalah tukang maka ada cari tukang, masalah arsitektur bangunan maka ada indobuild, dan lain-lain. Itu dapat membantu para pelaku bagaimana caranya bikin startup", jelasnya.

Franz sangat yakin dan optimis perkembangan startup dan co working space di Indonesia akan sangat cerah. "Saya sangat yakin. Saya sudah berkunjung ke tempatnya Plug and Play. Saya sudah lihat bagaimana cara kerjanya. Kita bikin yang seperti itu di Indonesia, cuma namanya nama Indonesia, itulah Connext", pungkas Franz. (BPR)