Jumat, 10 November 2017 - 03:28:55 WIB

Lagi, Sidang Pemalsuan Akta Nikah Ditunda, Jaksa Gagal Hadirkan Saksi

Penulis : Redaksi
Kategori: METROPOLITAN - Dibaca: 185 kali


Raja- Sidang lanjutan kasus Pemalsuan Akta Nikah dan Penggelapan Aset milik alm. Kombes Pol. Agus Maulana Kasiman, di PN Jakarta Selatan, Kamis (9/11) berlangsung singkat.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yan Ervina gagal menghadirkan 4 orang saksi yang sedianya dimintai kesaksian dalam sidang. Mereka adalah saksi dari dukcapil, dari kelurahan, saksi dari mabes polri dan saksi ahli agama. Atas ketidak hadiran saksi ini, Hakim menunda sidang pada Kamis (23/11) mendatang.

"Tadi sidang kan ditunda karena saksi berikutnya dari kelurahan, dukcapil, mabes polri dan saksi ahli agama tidak hadir", kata Melpa Tambunan (pemohon).

"Majelis hakim tadi juga sempat menegur terdakwa dan jaksa, terkait plesiran terdakwa. Saat ditegur terdakwa tidak mengungkapkan sepatah kata pun alias diam, sedangkan JPU mengaku terdakwa tidak pernah meminta ijin mengenai plesiran terdakwa ke luar negeri", papar Melpa.

Untuk diketahui, pada Rabu (7/11) Melpa Tambunan mengirinkan Surat Pengaduan dan Keberatan ke PN Jakarta Selatan. Surat tersebut dilayangkan setelah mengetahui terdakwa Sarah Susanti yang berstatus tahanan kota, melakukan perjalanan ke Bangkok, Thailand. (http://www.radarjakarta.com/berita-6886-kebal-hukum-tahanan-kota-satu-ini-bebas-plesiran-keluar-negeri.html)

"Pada tanggal 7 (7/11/2017), tiba-tiba saya membuka medsos nya Sarah Susanti, terdakwa, ada foto Sarah Susanti di Bangkok. Berdasar fakta ini akhirnya saya melakukan pengecekan sendiri, akurat, ternyata benar, Sarah Susanti itu pergi meninggalkan Jakarta pada 5 November dengan menggunakan Garuda GA 868 dari Soekarno Hatta pukul 11.55 tujuan Vietnam transit di Bangkok", kata Melpa, Rabu (8/11).

Sebagai pelapor, lanjut Melpa, dirinya merasa keberatan, sehingga mengajukan pengaduan dan keberatan tersebut.

"Harapan saya, majelis hakim yang menyidangkan perkara ini, segera melakukan penahanan terdakwa, karena apabila benar terdakwa di Bangkok, maka saya sebagai pelapor khawatir terdakwa melarikan diri, yang selanjutnya akan mempersulit penyelesaian perkara ini secara hukum", tegas Melpa. (Bud)