Rabu, 08 November 2017 - 22:40:25 WIB

Kebal Hukum, Tahanan Kota Satu Ini Bebas Plesiran Keluar Negeri

Penulis : Redaksi
Kategori: METROPOLITAN - Dibaca: 211 kali


Raja- Sarah Susanti, terdakwa kasus pemalsuan Akta Nikah dan Penggelapan Aset milik alm. Kombes Pol. Agus Maulana Kasiman, ternyata termasuk orang yang merasa kebal hukum, atau mungkin juga"ndablek". Meski berstatus tahanan kota, namun ia nekat "plesiran", dan tidak tanggung tanggung, sampai di Bangkok, Thailand.

Hal tersebut diungkap oleh  Melpa Tambunan, pemohon dalam kasus Pemalsuan Akta Nikah tersebut, usai melaporkan "plesiran"  Sarah Susanti ke PN Jakarta Selatan, Rabu (8/11).

"Pengaduan saya kan (kasus pemalsuan Akta Nikah) sudah sampai tahap saksi dan pembuktian. Tapi ternyata pada tanggal 7 (7/11/2017), tiba-tiba saya membuka medsos nya Sarah Susanti, terdakwa, ada foto Sarah Susanti di Bangkok. Berdasar fakta ini akhirnya saya melakukan pengecekan sendiri, akurat, ternyata benar, Sarah Susanti itu pergi meninggalkan Jakarta pada 5 November dengan menggunakan Garuda GA 868 dari Soekarno Hatta pukul 11.55 tujuan Vietnam transit di Bangkok", kata Melpa.

Sebagai pelapor, lanjut Melpa, dirinya merasa keberatan, sehingga mengajukan pengaduan dan keberatan ke majelis hakim PN Jakarta Selatan.

"Harapan saya, majelis hakim yang menyidangkan perkara ini, segera melakukan penahanan terdakwa, karena apabila benar terdakwa di Bangkok, maka saya sebagai pelapor khawatir terdakwa melarikan diri, yang selanjutnya akan mempersulit penyelesaian perkara ini secara hukum", papar Melpa.

Menurut Melpa, dalam hukum positif Indonesia, hal tersebut (tahanan kota plesiran luar negeri), tidak dibenarkan. Semestinya, tegasnya, Sarah berada di sekitar Jakarta Selatan saja. "Tapi menurut saya, ini terdakwa tidak menghormati hukum, terkesan melecehkan hukum dan tidak hormat terhadap hukum positif, dengan tiba-tiba ada di Bangkok, Ada apa ?", ujarnya.

Dalam photo plesiran yang diunggah terdakwa Sarah Susanti di akun instagramnya, tampak ia (tanpa jilbab) berada di cafe/bar/restoran di atas gedung bertingkat, dengan keterangan : Blue Sky at Centara Grand at Central Plaza Ladpra.....#dinnerbymyself#bluesky24thfl#bangkok#tripov2017#.....

"Memang tidak menggunakan jilbab sebagaimana dalam sidang. Tapi 100 persen Sarah. Karena sebenarnya sehari-hari dia memang tidak pake jilbab, kecuali ke pengadilan atau dipanggil penyidik", ungkap Melpa.

Karena itu, atas dasar bukti baru ini, Melpa berharap majelis hakim PN Jakarta Selatan memerintahkan untuk dilakukan penahanan terhadap Sarah Susanti, terdakwa pemalsu Akta Nikah dan Penggelapan Aset tersebut.

"Sebelum terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan", pungkas Melpa. (Bud)