Selasa, 07 November 2017 - 11:12:54 WIB

Gelar Dokumentasi Maestro Basoeki Abdullah

Penulis : Redaksi
Kategori: RAGAM BERITA - Dibaca: 178 kali


Museum Basoeki Abdullah Jakarta, mulai tanggal 7-22 November 2017 menggelar pameran bertajuk "LACAK" Pameran Dokumentasi Maestro Basoeki Abdullah". Dalam pameran ini, ditampilkan jejak jalan pedang Basoeki Abdullah selama berkarir sebagai pelukis. Jejak yang mengalir pada diri Basoeki Abdullah dapat dinilai sebagai sebuah manifestasi perjuangan kebangsaan yang selama ini dinisbikan oleh citranya yang kelewat negatif di mata sejumlah pengamat.

"Perjalanan Basoeki Abdullah sebagai seniman sangat dramatis dan sejak dulu selalu menarik perhatian media,“ ungkap Hilmar Farid, Dirjen Kebudayaan yang akan membuka pameran ini pada 7 November 2017, jam 10.00 WIB .

Tak terhitung berapa judul berita dari dalam dan luar negeri yang menceritakan sosok Basoeki Abdullah, mulai dari prestasinya hingga kehidupan pribadinya. “Basoeki Abdullah ini seperti magnet bagi media, karya dan kehidupannya selalu menarik untuk diberitakan," ungkap Hilmar.

Menelusuri jejak jalan pedang sang maestro bukanlah hal mudah. Dibutuhkan tenaga dan waktu yang panjang, disertai kesabaran tinggi. Kerumitan dan kesulitan menjadi warna dalam pelacakan tersebut. Proses pelacakan telah berlangsung sejak beberapa tahun yang lalu, tidak hanya pada satu ruang, diperlukan pendekatan tersendiri pada sejumlah individu dan institusi.

Materi Pameran

Materi pameran yang dikurasi oleh Mikke Susanto ini dikumpulkan dari sejumlah pihak, diantaranya adalah koleksi dokumen Museum Basoeki Abdullah, lembaga Dicti Art Laboratory Yogyakarta, Dewan Kesenian Jakarta (DKI), Arsip Nasional Republik lndonesia (ANRl), dan dua media massa yakni TEMPO dan KOMPAS.

Sejumlah arsip yang dipamerkan antara lain: surat pribadi, surat tagihan, undangan, katalog pameran, faksimile, laporan kekaryaan lukisannya, informasi pribadi dan pesan tertulis pelukis, catatan harian, fotografi, sampul majalah, kartu pos, poster, materi iklan produk, buku-buku, dan berita surat kabarlkliping).

Dokumen-dokumen tersebut dalam pameran ini disajikan dalam empat bagian. Pembagian ini berdasarkan dokumen yang didapatkan serta menjadi cerminan mewakili proses panjang karir Basoeki Abdullah sebagai maestro seni lukis, antara lain sub-kurasi: AKU, DAYA, RUPA, dan MASYHUR.

Bagi Museum Basoeki Abdullah sendiri, gelaran ini perlu sekali dilakukan, terutama untuk mencermati sejarah diri sang maestro. "Berbagai kisah-kisah tentang kehidupannya tersebut, baik kisah cinta, kedekatan dengan banyak wanita, isu negatif dan kesuksesannya tentunya membuat penasaran," kata Maeva Salmah, Kepala Museum Basoeki Abdullah yang beralamatkan di JI. Keuangan Raya No. 19 Cipete Jakarta Selatan.

Untuk itu kami mengundang masyarakat untuk hadir. Selama pembukaan, pengunjung museum GRATIS. Hari-hari selanjutnya pengunjung membayar tiket masuk museum.