Selasa, 17 Oktober 2017 - 06:35:32 WIB

LAPAN Gelar Seminar "Peningkatan IPTEK Penginderaan Jauh, Wujudkan Kemandirian Ekonomi"

Penulis : Redaksi
Kategori: TEKNOLOGI - Dibaca: 428 kali


Raja- Penginderaan jauh (remote sensing) menjadi salah satu teknologi keantariksaan yang dapat diandalkan untuk mendukung pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian lingkungan. Caranya dengan memanfaatkan wahana satelit atau pesawat untuk pemantauan permukaan bumi.

Teknologi ini memiliki cakupan pengamatan yang luas, informasi yang aktual, waktu perolehan yang cepat, dan memiliki data historis yang sangat baik. Saat ini teknologi penginderaan jauh dengan wahana satelit telah berkembang dengan pesat, dengan resolusi spasial tinggi mencapai 0.31 meter. Artinya, mampu mengindentifikasi objek di permukaan bumi yang berukuran 0.31 X 0.31 meter. Sedangkan satelit dengan resolusi spasial rendah digunakan untuk pemantauan skala nasional, serta merekam data setiap hari. Bahkan satelit pengamatan cuaca dapat diterima setiap setengah jam sekali.

Teknologi penginderaan jauh satelit mulai berkembang pesat sejak 1970, dengan dioperasikannya satelit-satelit seri National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) untuk keperluan lingkungan dan cuaca. Satelit ini diluncurkan 1970 dan berlanjut sampai NOAA 19 yang diluncurkan tahun 2005.

Kemudian satelit sumber daya alam yang pertama diluncurkan adalah satelit Earth Resources Technology Satellite (ERTS) tahun 1972. Satelit ini berubah nama menjadi Landsat 1 yang merupakan satelit pertama dari satelit-satelit seri Landsat.

Pada saat ini teknologi penginderaan jauh sudah sangat berkembang. Ratusan satelit penginderaan jauh beredar di angkasa luar, mulai dari resolusi spasial rendah, menengah, dan tinggi. Dengan beragamnya resolusi tersebut, pemanfaatan datanya makin luas di berbagai sektor pembangunan, seperti inventarisasi sumber daya alam (kehutanan, pertanian, perkebunan, sumber daya air, energi dan mineral, kelautan dan perikanan, dan lain-lain), pemantauan lingkungan (kebakaran hutan, longsor, banjir, dan lain-lain), prediksi cuaca dan iklim, prediksi masa tanam untuk tanaman pangan, serta pembuatan informasi tematik untuk perencanaan pembangunan.

Pembangunan Bank Data Penginderaan Jauh Nasional dan Sistem Pemantauan Bumi Nasional merupakan jembatan bagi pemanfaatan hasil kegiatan penginderaan Jauh LAPAN oleh para stakeholder. Selain itu, terjalinnya kerja sama skala nasional dan internasional mendukung optimalisasi penyediaan dan pemanfaatan data penginderaan jauh. Sehingga hal ini suatu kekuatan penting dalam meningkatkan kualitas hasil kegiatan.

Pemanfaatan penginderaan di berbagai kepentingan pada sektor-sektor pembangunan nasional sudah dilaksanakan seperti kehutanan, pertanian, kelautan dan perikanan, serta pemantauan lingkungan dan mitigasi bencana. Informasi yang sudah dimanfaatkan masyarakat antara lain Zona Potensi Penangkapan Ikan (ZPPI), fase pertumbuhan padi dan tanggap darurat bencana.

LAPAN telah berkontribusi besar dalam mendukung peningkatan pembangunan nasional di sektor ekonomi. Wujud dukungannya antara lain terhadap peningkatan pendapatan seperti pajak, efisiensi penangkapan ikan, dan efisiensi peningkatan produktivitas tanaman padi.

Sementara itu, potensi ekonomi potensial lainnya yang banyak belum digali adalah sektor pertambangan energi dan sumber daya mineral, penentuan zona pariwisata, budi daya perikanan, dan sumber daya lainnya di berbagai sektor.

Untuk menajamkan peran tersebut, maka LAPAN menyelenggarakan Seminar Nasional Penginderaan Jauh Tahun 2017 (Sinas Inderaja 2017) dengan tema "Peningkatan IPTEK Penginderaan Jauh dalam Mewujudkan Kemandirian Ekonomi dengan Menggerakkan Sektor-sektor Strategis Ekonomi Domestik". Kegiatan tersebut akan dilaksanakan Selasa, 17 Oktober 2017 di The Margo Hotel, Jl. Margonda Raya, Depok, Jawa Barat.

Diharapkan, kegiatan tersebut bisa menjadi forum tukar menukar informasi dalam segala aktivitas kegiatan penginderaan jauh untuk sektor ekonomi. Untuk itu, LAPAN menggandeng berbagai unsur terlibat di dalamnya baik dari kementerian/lembaga, pemerintah daerah, swasta, dan lembaga swadaya masyarakat.