Senin, 11 September 2017 - 17:13:36 WIB

Pertumbuhan Hunian di Kawasan Bodetabek Dipengaruhi Properti Komersial

Penulis : Redaksi
Kategori: EKONOMI DAN BISNIS - Dibaca: 182 kali


Raja- Pertumbuhan properti komersial yang sangat pesat di kawasan pinggiran ibukota berhasil meningkatkan daya tarik hunian di kawasan Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi di mata pencari properti. Beragam fasilitas tersebut juga dapat mengurangi ketergantungan masyarakat di kawasan tersebut terhadap Jakarta.

Hal ini diungkapkan oleh Tommy H Bastami, VP Strategic Advisory dari Coldwell Banker Commercial Indonesia, dalam talkshow Rumah.com Property Show yang dihadiri para pencari properti dan developer. Rumah.comProperty Show merupakan pameran properti pertama di Indonesia dengan midnight sale yang digelar pada 6-10 September 2017 di ICE BSD, Tangerang Banten.

"Kawasan Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi selalu masuk dalam daftar area favorit para pencari hunian di Indonesia yang dirilis oleh Rumah.com Property Affordability Sentiment Index setiap semester. Hal ini membuktikan bahwa daerah ini memiliki daya tarik luar biasa di mata 3,4 Juta pencari properti yang mengakses 17 juta halaman properti setiap bulan di Rumah.com. Tidak mengherankan, para konsumen properti yang datang ke Rumah.com Property Show sangat antusias memburu hunian di kawasan-kawasan ini, terutama yang menawarkan promosi spesial selama pameran", ujar Wasudewan, Country Manager Rumah.com

Namun lokasi yang relatif dekat dengan Jakarta bukan satu-satunya alasan para pencari properti melirik wilayah-wilayah ini. Menurut Tommy, pasar properti umumnya didorong oleh empat faktor penting, yaitu demografi, kebijakan pemerintah, pengembangan infrastruktur serta pertumbuhan properti komersial.

"Dulu properti komersial dibangun mendekati perumahan. Namun saat ini berubah. Keberadaan properti komersial justru menjadi pertimbangan konsumen dalam memilih perumahan", ujarnya. Pertumbuhan ruang ritel, hotel, dan perkantoran yang pesat di kawasan Bodetabek juga meningkatkan nilai jual proyek perumahan dan apartemen. Lalu, bagaimana pertumbuhan ruang ritel di wilayah pinggiran Jakarta?

Meski selama puluhan tahun tidak terdapat pembangunan pintu tol baru di Bogor, selain Bogor Ring Road, pertumbuhan hunian komersial meningkat terus. Menurut data Coldwell Banker Commercial Indonesia, suplai hotel di kawasan ini tumbuh 13% per tahun selama 10 tahun belakangan. Sementara ruang ritel meningkat 7,3% per tahun.

Di kawasan Depok, suplai hotel tumbuh 4% setiap tahun, sementara ruang ritel tumbuh 42% per tahun. Pesatnya pertumbuhan ruang ritel tak lepas dari jumlah mahasiswa yang terus bertambah setiap tahun untuk belajar di kampus-kampus di sekitar Depok.

Dibandingkan Depok dan Bogor, jumlah ruang ritel di Bekasi lebih tinggi, meskipun masih di bawah Tangerang. Suplai hotel di wilayah ini tumbuh 21% per tahun, 8% per tahun untuk pertumbuhan ritel dan 53% per tahun. Berbeda dengan wilayah lain, jumlah perkantoran di kawasan Tangerang relatif lebih tinggi dengan pertumbuhan mencapai 22% per tahun. Sementara pertumbuhan ruang ritel mencapai 12% per tahun, dan hotel 31% per tahun. (Bd)