Sabtu, 09 September 2017 - 17:33:30 WIB

Susi Ancam Cabut SIUP Kapal Transaksi Di Tengah Laut

Penulis : Redaksi
Kategori: POLITIK DAN HUKUM - Dibaca: 260 kali


Raja- Menteri Kelautan dan Perikanan RI (KKP) Susi Pudjiastuti mengancam akan mencabut Izin Usaha bagi kapal Indonesia yang melakukan transaksi perdagangan di tengah laut dengan kapal asing.

"Sekarang ini kapal-kapal asing sudah tidak banyak lagi (yang melakukan illegal fishing), namun banyak kapal lokal mensuplai kapal asing di laut bebas. Mereka melakukan transaksi, yang membantu kapal-kapal asing. Karena yang melakukan orang dalam, menjual di tengah laut lepas, nanti kita akan cabut SIUPnya", kata Susi saat Seminar dan Talkshow "pentingnya Pengamanan, Perikanan Laut Indonesia", di FE UKI Jakarta, Jumat (8/9).

Dalam Seminar dan Talkshow yang menghadirkan nara sumber Rektor UKI Dr. Marurar Siahaan,SH., MH., Dekan FE -UKI Dr. Suzanna Josephine Tobing, SE., MS., dan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti tersebut, Menteri KKP juga mengajak para mahasiswa, akademisi dan pemuda untuk berperan aktif dalam menggalakan pengamanan dan kedaulatan laut nasional.

Menurutnya, mahasiswa, akademisi dan pemuda bisa membantu melalui tulisan-tulisan dan media sosial dalam menggalakan pengamanan dan kedaulatan laut, guna menjaga pertahanan pangan dalam hal sumber protein.

"Jadi himbauan-himbauan dimulai dari Tweeter, Facebook, instagram supaya kita semua cinta laut, dan dimulai dari akademi. Apalagi di Indonesia bagian timur dengan memperlihatkan tulisan-tulisan, foto-foto, betapa cantik dan indahnya laut Indonesia. Supaya masyarakat Indonesia cinta laut", ujarnya.

Dikesempatan tersebut tak lupa Susi juga mengingatkan dan mengajak masyarakat untuk banyak mengkonsumsi ikan segar.

"Lebih baik makan ikan segar, bisa menjadikan badan sehat, dibandingkan kita makan daging. Di Wakatobi mancing saja sudah dapat ikan besar. Ini menjadikan pekerjaan rumah buat pemerintah untuk membuat tol laut, sebagai poros maritim. Membangun infrastruktur besar-besaran, agar lebih mudah masyarakat menjangkau memancing ke laut", imbuhnya. (Pur)