Selasa, 05 September 2017 - 02:30:09 WIB

Ada Apa dengan Polsek Caringin ? Korban Dipaksa Cabut Laporan

Penulis : Redaksi
Kategori: METROPOLITAN - Dibaca: 452 kali


Raja- "Ada apa dengan Polsek Caringin ?" Pertanyaan tersebut terus bergelayut di benak EF, korban penipuan dan penggelapan ranmor yang melaporkan kasus yang menimpanya ke Polsek Caringin, Bogor, pada Februari 2017.

Bukannya mendapatkan pengayoman dan keadilan hukum, EF justru merasa dikejar-kejar oleh "anggota" yang mengaku suruhan Polsek Caringin, agar segera mencabut laporan (BAP).

Kepada redaksi Raja EF mengisahkan kronologi kasus yang menimpanya.

"Kejadianya Febuary 2017. Mobil saya sewakan selama sebulan kepada terlapor "A". Pada waktu saya mau ambil, terlapor tidak mau kembalikan, dan ternyata digadaikan ke mantan Lurah Cibanon Gadog sebesar Rp 55 juta. Ternyata memang terlapor sering melakukan berpura-pura sewa mobil atau over kredit dan itu hanya modus saja.

Karena TKP nya di Cimande, jadi lapor ke Polsek Caringin. Tapi di Polsek tidak ada tindakan dan seperti sengaja dilama-lamain, padahal polisi tau terlapor sering berbuat masalah.

Akhrnya saya lapor ke Propam Polda Bandung karena tidak ada kabar apa-apa lagi dari Polsek Caringin. Wasidik yang nangani saya, ternyata sama hanya janji saja untuk digelar di Polda. Dari bulan Mei 2017 hingga Agustus 2017 tidak ada kabar apa-apa dari Propam Polda Bandung

Karena saya kecewa dan tidak mendapatkan keadilan juga, akhirnya saya lapor ke Mabes Polri pada Juli 2017. Mabes janji 21 hari akan bertindak.

Setelah lapor Mabes, malah dari pihak Polsek menyuruh orang lissing dan Kanit Ciomas untuk mencabut tuntutan. Saya dipaksa Polsek untuk cabut tuntutan, dan saya terus dikejar dan disuruh nemuin Kapolsek atau Kanit. Tapi saya tidak mau datang karena saya dipaksa. Beberapa orang paksa saya untuk cabut tuntutan dan itu suruhan polsek katanya", papar EF.

EF menduga terlapor merupakan satu sindikat yang biasa melakukan penipuan dengan modus sewa ranmor. Hal tersebut diperkuat dengan adanya beberapa kawan terlapor yang minta damai dengan alasan takut terkait.

"Dibelakang terlapor ada beberapa orang dan waktu minta damai kawan terlapor bilang yang lain takut terkait. Sudah banyak dengar dan ada beberapa orang yang tahu bahwa terlapor penipu mobil dan sudah lama. Saya pernah bertemu rombongannya yang meminta damai. Dan antara Polsek Caringin dengan terlapor, saya akan cari tau ada apa. Karena penyidik pernah bilang kalo terlapor suka buat masalah karena ada beberapa orang sudah melapor ke Polsek Caringin juga. Tapi saya heran kenapa polisi tidak bisa bertindak kepada pelaku. Saya ingin tahu ada apa dan saya akan terus berusaha mendapatkan jawabannya", tegas EF.

Karena hingga kini tak kunjung ada kepastian penyelesaian kasusnya, EF bertekat akan kembali mendatangi Mabes Polri.

"Saya akan ke Mabes lagi untuk menanyakan kasus saya, dan kenapa saya belum dikasih kabar siapa penyidik saya. Saya takutnya ada yang (sengaja) menutupi. Karena yang saya tahu dan saya dengar, Mabes akan bertindak terhadap polisi yang tidak bekerja dengan baik dan menyalahi aturan. Semoga saya bisa mendapatkan keadilan dari Mabes", harap EF. (Red)