Jumat, 25 Agustus 2017 - 00:19:10 WIB

PPI Desak Pemerintah Terbitkan Regulasi Pengupahan Pelaut

Penulis : Redaksi
Kategori: EKONOMI DAN BISNIS - Dibaca: 517 kali


Raja- Pergerakan Pelaut Indonesia (PPI) mendesak pemerintah untuk segera menerbitkan regulasi tentang pengupahan pelaut Indonesia. Pasalnya hingga saat ini masih banyak pelaut Indonesia yang diupah dibawah Upah Minimum.

"Padahal, seharusnya pelaut dapat menerima upah diatas ketentuan Upah Minimum, mengingat pelaut merupakan tenaga kerja dengan resiko tinggi serta memiliki sertifikat kompetensi/profesi berstandar International Maritime Organizartion (IMO)", kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat Pergerakan Pelaut Indonesia (DPP PPI) Andri Yani Sanusi saat melakukan aksi di depan Istana Negara, Jakarta, Kamis (24/8).

Andri menegaskan, selain masih banyak kasus seputar gaji rendah, PHK sepihak, dan gaji tidak dibayar, PPI juga menemukan maraknya calo pelaut nakal, penggunaan dan peredaran ijasah kepelautan palsu, bahkan diskriminasi terhadap pelaut wanita.

"Hal ini terjadi karena birokrasi yang berbelit-belit dalam kepengurusan dokumen kepelautan, dan tumpang tindihnya regulasi yang mengatur penempatan dan perlindungan pelaut Indonesia", ujarnya.

Karena itu, lanjut Andri, PPI juga mendesak pemerintah untuk menerbitkan regulasi satu pintu tentang penempatan dan perlindungan pelaut; melakukan tindakan untuk menghentikan diskriminasi terhadap pelaut wanita; memberantas pengguna dan pengedar ijasah pelaut palsu; serta meratifikasi konvensi ILO Nomor 188 Tahun 2007 tentang Pengerjaan di bidang Perikanan.

"Kami juga mendesak pemerintah untuk mewajibkan adanya kadet pada kapal 500 GT keatas; Hapuskan medical check up sebagai syarat pembuatan buku pelaut; melakukan transparasi publikasi data pelaut baik yang bekerja di dalam maupun di luar negeri; mencabut Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 84 Tahun 2013 tentang Perekrutan dan Penempatan Awak Kapal; serta melibatkan Organisasi/Serikat Pekerja Pelaut dalam pembahasan pembuatan regulasi terkait kepelautan", papar Andri.

Berdasarkan data dari laman resmi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan terdapat sekitar 860.062 pelaut Indonesia per 21 Agustus 2017 yang terdiri dari 851.854 pelaut laki-laki dan 8.198 pelaut wanita serta jumlah sertifikat kepelautan yang telah diterbitkan sebanyak 3.437.789 yang meliputi 3.064.493 certificate of proficiency/COP, 371.760 Certificate of competency/COC, dan 1.536 certificate Fish Vessel/FV. (Bud/Pur)