Jumat, 11 Agustus 2017 - 16:17:57 WIB

Nara "dewi-dewi" Luncurkan Kumpulan Puisi "Dunia Laksmi"

Penulis : Redaksi
Kategori: INFOTAINMENT - Dibaca: 306 kali


Raja- Ullynara Zungga (Nara) yang biasa dikenal sebagai salah satu personil "dewi-dewi" meluncurkan sebuah buku kumpulan puisi yang diberinya title "Dunia Laksmi". Buku ini diterbitkan oleh MANS Publishing.

Kepada wartawan Nara menuturkan, Dunia Laksmi tidak hanya bertutur tentang cinta, namun juga tentang pertemuan dan perpisahan.

"Ini biku kumpulan puisi dari tahun 2016. Isinya banyak hal, dari cinta, pertemuan dan perpisahan. Bahkan ada satu tema tentang bunuh diri", kata Nara di kantor MANS Publishing di kawasan Warung Jati, Jakarta, Jumat (11/8).

Kenapa ada tentang bunuh diri ? Karena saat inikan banyak perbincangan tentang hal ini. Dan Nara mengaku dirinya sangat prihatin dengan fenomena ini. Ia yakin sesungguhnya masyarakat mampu berbuat sesuatu untuk meminimalisir kejadian ini.

"Saat inikan banyak tentang bunuh diri. Saya pingin masyarakat lebih aware, karena masyarakat sesungguhnya bisa bantu mencegah", ujarnya.

Nara berharap, dengan pikiran yang dijewantahkan dalam tulisan, akan ada banyak orang terinspirasi untuk berbuat positif bagi sesama.

"Harapan saya, kalau saya mau bersuara, kalau lisan saja sebentar orang bisa lupa, dengan tulisan akan semakin panjang diingatnya", imbuhnya.

Sementara Abdullah Mansuri, direktur MANS Publishing mengakui, awalnya dirinya cukup pesimis bahwa Nara yang seorang penyanyi ini bisa juga berkarya dalam bidang sastra.

"Tapi begitu saya buka lembaran-lembaran yang diberikan Nara, saya lihat potensinya luar biasa. Banyak diksi pilihan kata-kata yang tidak biasa, namun tetap mudah dipahami. Potensinya cukup besar, saya harap bisa terus berlanjut", ujarnya.

"Membaca buku ini seolah kita diajak buka halaman selanjutnya. Pilihan katanya cukup cerdas", lanjut Mansuri.

Mansuri berharap dengan hadirnya buku Dunia Laksmi ini, akan semakin banyak orang untuk terdorong menulis. "Saya yakin setiap orang bisa menunjukkan karyanya meskipun dia bukan penulis atau artis. Adanya Nara membuktikan bahwa ide, pikiran itu seharusnya dipendam. Sebaiknya dibagi kepada khalayak", tandasnya. (Bp)