Rabu, 17 Mei 2017 - 19:36:12 WIB

Djarot, "Masyarakat Butuh Akurasi Informasi Harga Pangan"

Penulis : Redaksi
Kategori: METROPOLITAN - Dibaca: 365 kali


Raja- Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat menegaskan pentingnya akurasi informasi yang disampaikan kepada masyarakat terkait masalah stabilitas dan harga pangan. Terlebih menjelang datangnya bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 2017 (1438 H).

"Informasi harga pangan sangat penting bagi masyarakat, untuk itu kita harus memberikan informasi pada warga mengenai stabilitas harga pangan", kata Djarot saat menghadiri Media Gathering BUMD Pangan Provinsi DKI Jakarta dan kunjungan ke PT Food Station Tjipinang Jaya, Cipinang, Rabu (17/05/2017).

Menurut Djarot, akurasi informasi tersebut dibutuhkan guna mengantisipasi agar tidak ada pihak yang berani memainkan harga serta melakukan penimbunan bahan pangan.

"Supaya nantinya tidak ada oknum-oknum yang permainkan harga dan menimbun bahan pokok apalagi saat menjelang Bulan Suci Ramadhan", ujarnya.

Lebih lanjut, Djarot menegaskan bahwa tugas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta adalah memotong mata rantai aksi penimbunan dan permainan harga, dengan tujuan mengembalikan keuntungan bagi para petani, bukan pada pedagang besar maupun tengkulak.

"Tugas kita adalah memotong mata rantai, sehingga kalau ada keuntungan, keuntungan itu kembali pada petani, bukan pada pedagang besar dan tengkulak. Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan dapat bersinergitas, perlu di ketahui persediaan beras dan bahan kebutuhan pokok lainya akan cukup hingga lebaran Idul Fitri 2017 mendatang", ringkasnya.

Ditempat sama, PT Food Station Tjipinang Jaya sebagai BUMD pangan sekaligus pengelola tunggal Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) memastikan dan juga berkomitmen untuk menjaga harga beras tetap stabil dan bisa memenuhi kebutuhan warga DKI Jakarta hingga hari Raya Idul Fitri 1438 H.

Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Arief Prasetyo Adi mengatakan, stabilitas harga ini tak lepas dari stabilnya pasokan dan distribusi beras, baik yang masuk atau keluar dari PIBC, dengan kisaran 3.000 ton per harinya.

"Harga beras di PIBC stabil, dan akan ada back up oleh Kementerian Pertanian melalui Bulog sebesar 100 ribu ton untuk mengamankan stok beras menjelang bulan suci Ramadhan, sehingga harga beras menjadi stabil", kata Arief saat mendampingi Djarot.

Dalam kegiatan Media Gathering BUMD DKI Jakarta ini, digelar pula penandatangan perjanjian kerjasama antara PT. Dharma Jaya, PT Food Station Tjipinang Jaya, PD Pasar Jaya, PT Transjakarta, serta Bank Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, tampak hadir Wakil Walikota Jakarta Timur, M. Anwar, Camat Pulogadung, Bambang Pangestu, Lurah Pisangan Timur, Siti Maryam dan para pejabat lainya yang turut mendampingi Plt. Gubernur DKI Jakarta di lokasi. (Ton)