Senin, 08 Mei 2017 - 22:45:42 WIB

Penguasaan Public Speaking Penting dalam Menjaga Nama Baik TNI

Penulis : Redaksi
Kategori: PROFILE / OPINI - Dibaca: 411 kali


Raja- "Penguasaan Public Speaking merupakan sesuatu yang penting karena dapat memberikan dampak cukup besar bagi nama baik TNI Angkatan Laut". Demikian dikatakan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P., saat membuka kegiatan Public Speaking TNI Angkatan Laut di Gedung Auditorium Denma Mabesal Cilangkap Jakarta Timur, Senin, (8/5).

Pada kesempatan sambutannya, Kasal mengajak seluruh peserta untuk dapat mencermati dengan baik sehingga mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang Public Speaking yang baik dan benar guna menciptakan citra positif bagi organisasi.

Masih menurut Kasal, saat ini kehadiran media massa maupun media sosial turut memberikan andil yang besar dalam penyampaian pesan kepada publik. "Oleh karena itu dibutuhkan teknik cara berbicara di hadapan publik sehingga pesan dapat diterima masyarakat secara efektif dan akan memberikan kesan yang mendalam dalam ingatan publik", tegas Kasal.

Pada kegiatan ini menghadirkan dua pembicara yang sudah dikenal oleh masyarakat luas, keduanya yaitu dari PT Pertamina Wianda Pusponegoro yang saat ini juga menjabat sebaga Pengurus forum Humas BUMN, yang memberikan materi berjudul "Successful Public Speaking ".

Pembicara kedua yaitu Direktur Pemberitaan Kompas TV Rosianna Silalahi, yang dikenal luas sebagai Presenter sekaligus Pembawa Berita Televisi Nasional. Dihadapan Pati TNI AL, Presenter TV tersebut memberikan materi yang berjudul "Bersahabat Dengan Media". Pada kesempatan ini juga, Presenter kondang ini, bersama para peserta mempraktekkan bagaimana tips dan trik saat melaksanakan wawancara dan menghadapi wartawan berdasarkan peristiwa yang pernah terjadi di lingkungan TNI AL.

Kegiatan yang diprakarsai oleh Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal) ini, diikuti sebanyak 103 Perwira Tinggi di jajaran TNI AL. Diselenggarakannya kegiatan Public Speaking TNI AL, didasari atas tuntutan pejabat institusi untuk memiliki kemampuan dalam memberikan keterangan pers khususnya terkait dengan tugas dan tanggung jawab di satuannya masing-masing.

Dalam upaya meningkatkan kemampuan berkomunikasi dalam lingkup khalayak luas (publik) tersebut, maka diperlukan suatu pelatihan yang dapat memberikan pencerahan tentang bagaimana komunikasi yang baik dan bagaimana mengelola serta menghadapi media dengan benar. (disp)