Minggu, 30 April 2017 - 17:14:21 WIB

Wisuda ke-55 Unindra, Lulusan S-2 Capai 53 Persen

Penulis : Redaksi
Kategori: DIDAKTIKA - Dibaca: 543 kali


Raja- Bila biasanya Wisuda Universitas Indrapasta PGRI (Unindra) didominasi dengan sarjana Strata-1 (S-1), maka ada yang berbeda dalam Wisuda ke-55 semester Gasal tahun akademik 2016/2017 Unindra yang digelar di Sasono Utomo TMII, Sabtu (29/4). Dari jumlah keseluruhan 1.386 lulusan, sebanyak 53,2 persen merupakan S-2, dan lulusan S-1 hanya 46,8 persen.

"Ini semata-mata karena Unindra konsisten dengan aturan dari pemerintah, terutama dalam persyaratan mahasiswa baru, yang untuk semester genap, program S1 hanya menerima hanya yang berasal dari Perguruan tinggi, yang sudah mendapat ijasah setidak-tidaknya D1. Jadi mahasiswa yang diterima adalah mahasiswa pindahan. Oleh karena itu jumlahnya relative sedikit", kata Rektor Unindra, Prof. Dr. H. Sumaryoto dalam sambutannya saat Wisuda ke-55 Unindra.

Keadaan ini, lanjut Sumaryoto, akan berbeda dengan Wisuda Semester Genap, dimana Unindra akan melakukan hingga lima kali periode wisuda dengan jumlah S-2 yang hanya hanya sekitar 10 persen.

"(Berbeda) nanti di Semester Genap, (karena) memang yang banyak diterima adalah yang fresh graduate, yang memang belum pernah kuliah, rata-rata dari SMA atau SMK (sehingga jumlahnya lebih banyak)", ujarnya.

Dalam sambutannya Sumaryoto juga memaparkan beberapa perkembangan yang sedang dan telah dilakukan Unindra. Antara lain yakni peningkatan sarana prasarana belajar mengajar dengan telah selesainya pembangunan gedung Unit-7 yang bukan saja menambah ruang kuliah namun juga menambah ruang dosen sebanyak 2 lantai, dan perpustakaan 2 lantai.

"Kita betul-betul berupaya semaksimal mungkin memenuhi standar-standar yang dibutuhkan dalam rangka akreditasi Perguruan Tinggi. Ini patut kita syukuri, karena Unindra dengan swadana dan swadaya, walaupun uang SPP nya relative terjangkau dan murah, namun demikian kita berhasil menyelesaikan pembangunan gedung Unit-7 yang memang menjadi persyaratan untuk akreditasi Perguruan Tinggi", ungkap Sumaryoto.

Sementara perkembangan Akreditasi Institusi, Sumaryoto menjelaskan, saat ini masih dalam proses yang segera diajukan pada bulan September mendatang. "Akreditasi Perguruan Tinggi insyaallah nanti bulan September, kita akan mengajukan ke BAN PT. Memang aturan yang berlaku sekarang, selambat-lambatnya, tahun 2019. Namun kami ingin secepat mungkin, karena semakin cepat akreditasi, semakin menunjukkan bahwa kita sudah siap menjadi Perguruan Tinggi yang memenuhi peraturan yang berlaku", jelasnya.

Selain Akreditasi Institusi, lanjut Sumaryoto, Unindra juga tengah menyelesaikan proses akreditasi program study. "Karena program study berbeda dengan institusi. Masing-masing program study juga harus terakreditasi, dan ini satu persatu masanya sudah habis, maka kita harus segera memperpanjang. Dalam hal ini Unindra juga tetap konsisten dengan segala persyaratan, termasuk rasio dosen, proses belajar mengajar, dan lain sebagainya, sehingga insyaallah kita termasuk Perguruan Tinggi yang taat azaz dan konsisten terhadap peraturan yang berlaku selama ini yang dikeluarkan oleh pemerintah", ucapnya.

Kepada para wisudawan, Sumaryoto berpesan, agar kelak saat terjun bermasyarakat dapat selalu menunjukkan integritasnya sebagai seorang lulusan Perguruan Tinggi.

"Setelah terjun di masyarakat, tunjukkan integritas sebagai seorang lulusan Perguruan Tinggi yang sudah dibekali berbagai ilmu pengetahuan, praktekkan, dan diabdikan bagi kepentingan masyarakat", pungkas Sumaryoto.

Pada kesempatan yang sama, Sekertaris Pelaksana Kopertis Wilayah III, Putut Pujagiri SH MM, mengatakan, Unindra sebagai kampus pencetak guru diharapkan mampu menyusun Standar Pendidikan Tingginya yang melampaui standar nasional, dan sudah bisa diterapkan pada tahun 2018.

"Terkait itu, untuk Akreditasi Institusi, kalau Unindra sudah menyusun Standar Pendidikan Tingginya, saya yakin ketika nanti bisa mencapai A atau Unggul. Itu harapan kami, sehingga mohon Standar Pendidikan Tingginya disusun dengan baik", ucapnya.

Namun harus dicermati, lanjut Putut, dalam Permen No. 32 Tahun 2016, pasal 47 ayat 2, enam bulan sebelum berakhir, harus dilakukan akreditasi ulang. "Mohon diwaspadai bagi prodi-prodi itu, enam bulan sebelumnya, sehingga nanti terlindungi oleh regulasi yang ada di Permen 32 Tahun 2016. Kalau menurut saya, jangan pas enam bulan, tapi 1 tahun sebelumnya, apalagi kalau C atau B. Setelah 1 tahun boleh melakukan perbaikan akreditasi", paparnya.

Kepada para wisudawan, Putut juga berpesan untuk terus mengembangkan diri, berkarya mengembangkan ilmu dan kompetensi yang diperoleh, berintegritas dengan visi yang jauh kedepan, kreatif dan semangat pantang menyerah dalam membangun bangsa.

"Jagalah, rawatlah dan tumbuh kembangkan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang kuat, utuh dan damai. Jadilah terang bukan di tempat terang. Dan jadilah harapan, bukan hanya berharap", pesannya. (Bud)