Senin, 27 Januari 2020 - 05:25:40 WIB

Perayaan Natal Wanita ne Toudano "Bersahabatlah dengan Semua Orang"

Penulis : Redaksi
Kategori: METROPOLITAN - Dibaca: 507 kali


"Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku"

Petikan Yohanes 15 ayat 14-15 tersebut menjadi tema perayaan Natal, Tahun Baru & Ultah Wanita ne Toudano ke-10 di Whiz hotel, Jakarta, Minggu (26/1).

"Artinya kita tidak memandang siapa, suku, ras, agama apapun juga, tapi kami akan tampil sebagai sahabat bagi semua orang, siapa saja di republik ini yang tentu mencintai kedamaian", kata ketua umum Wanita ne Toudano, Greetty Tielman disela-sela kegiatan yang juga dihadiri oleh Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar, Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid, Ketua fraksi PKB DPR RI Cucun A Syamsurizal, serta tokoh-tokoh wanita Tondano.

Ketua panitia Natal, Brigitte Montolalu menambahkan, tema menjadi sahabat tanpa memandang suku, ras, agama ini juga merupakan doa wanita ne Toudano bagi bangsa Indonesia.

"Agar menjadi seperti itu (sahabat). Karrna torang samua basudara, torang samua ciptaan tuhan", ujarnya.

Wakil Ketua DPR RI Dr. Muhaimin Iskandar M.Si dalam sambutannya menilai tema "Bersahabatlah dengan Semua Orang" ini saat ini menjadi sangat penting terutama dalam menjaga persatuan kesatuan bangsa.

"Tema ini tentu sangat penting mempersatuan bangsa, terutama ditengah kondisi gkobal yang tidak menentu. Maka kita tidak ada pilihan selain memperkokoh persatuan sebagai bangsa, NKRI", ujarnya.

Senada dengan Muhaimin, tokoh pemuda Jakarta Utara, David Rahardja mengatakan, menjadi sahabat bagi semua orang harus terus didengungkan terlebih mengingat Indonesia yang sangat beragam.

"Saya berharap Indonesia kedepan, meskipun diluar terjadi perang disana sini, tapi Indonesia tetap dalam suasana kondusif, tetap berbhineka tunggal ika, walaupun berbeda beda tetapi tetap satu, damai, aman sejahtera", harap David. (bud/pur)