Jumat, 15 November 2019 - 15:39:28 WIB

BENSU vs BENSU, Ahli : Nama BENSU Tidak Dapat Dimonopoli

Penulis : Redaksi
Kategori: POLITIK DAN HUKUM - Dibaca: 396 kali


Sidang kasus gugatan pembatalan merk I AM GEPREK BENSU SEDEP BENEERR + Lukisan (milik Benny Sujono) di kepaniteraan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (Perkara No. 57/Pdt.Sus.HKI/Merek/2019/PN Niaga.Jkt.Pst,) telah memasuki tahap mendengarkan keterangan saksi ahli. 

Pakar hukum HKI, Dr. Suyud Margono, SH.,  MHum., FCIArb. diminta memaparkan keahliannya pada perkara yang melibatkan artis Ruben Samuel Onsu (Penggugat) dan Tergugat PT. Ayam Geprek Benny Sujono ini.

Dalam keterangannya, Kamis (14/11), Saksi Ahli menjelaskan, bahwa sesuai Pasal 1 angka (5) juncto Pasal 3 UU No. 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis (selanjutnya disebut UU Merek) ditentukan bahwa Hak atas Merek adalah hak eksklusif yang diberikan oleh Negara kepada pemilik Merek yang terdaftar dalam Daftar Umum Merek untuk jangka waktu tertentu.

Merek “tanda” yang dapat “ditampilkan secara grafis” berupa gambar, logo, nama, kata, huruf, angka, susunan warna, dalam bentuk 2 (dua) dimensi dan/atau 3 (tiga) dimensi, suara, hologram, atau kombinasi dari 2 (dua) atau lebih unsur tersebut untuk membedakan barang dan/atau jasa yang diproduksi oleh orang atau badan hukum dalam kegiatan perdagangan barang dan/ atau jasa;

Bahwa berdasar perbandingan Logo/ merek Milik PENGGUGAT Logo/ merek Milik TERGUGAT “BENSU” “I AM GEPREK BENSU SEDEP BENEERR + Lukisan”, maka dapat disimpulkan bahwa Logo/ merek “BENSU” Milik PENGGUGAT berbeda dengan Logo/ merek “I AM GEPREK BENSU SEDEP BENEERR + Lukisan” Milik TERGUGAT, baik mengenai bentuk gambar, huruf, susunan warna, cara penulisan, cara penempatan atau kombinasi antara unsur warna maupun persamaan bunyi ucapan yang terdapat dalam kedua Logo/merek tersebut;

"Logo/ merek “BENSU” Milik PENGGUGAT tidak memiliki kesamaan pada keseluruhannya (totally identical) maupun persamaan pada pokoknya (principally similar) dengan Logo/ merek “I AM GEPREK BENSU SEDEP BENEERR + Lukisan” milik TERGUGAT", papar Suyud.

Terkait adanya gugatan pembatalan merek, lanjut Suyud, maka harus dinilai terlebih dahulu apakah merek TERGUGAT memiliki persamaan secara keseluruhannya maupun persamaan pada pokoknya dengan merek PENGGUGAT. 

"Sesuai hukum Acara PENGGUGAT juga harus menerangkan dan membuktikan kepada Majelis Hakim Pengadilan Niaga apakah produk (barang/jasa) tersebut jasa yang sama dengan produk (barang/jasa) milik TERGUGAT. Maka apabila antara produk (barang/jasa) milik PENGUGAT maupun TERGUGAT tidak sama, sehingga PENGGUGAT tidak memiliki cukup bukti untuk mengajukan gugatan pembatalan merek kepada TERGUGAT", jelasnya.

Suyud mengungkapkan, berdasarkan data dalam Daftar Umum Merek pada Ditjen KI cq Direktorat Merek dan Indikasi Geografis, Logo/ merek “I AM GEPREK BENSU SEDEP BENEERR + Lukisan” milik TERGUGAT pada Mei 2017 diajukan oleh TERGUGAT telah memenuhi persyaratan formalitas, dilain pihak PENGGUGAT mengajukan permohonan pendaftaran merek “BENSU” pada Agustus 2017, kemudian telah diperiksa secara substantif (substantive exam). 

"Berdasarkan pemeriksaan substantif merek “I AM GEPREK BENSU SEDEP BENEERR + Lukisan” milik TERGUGAT telah memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud Pasal 20 juncto 21 UU No. 20 Tahun 2016, kemudian permohonan pendaftaran tersebut diterima selanjutnya Logo/ merek “I AM GEPREK BENSU SEDEP BENEERR” milik TERGUGAT telah terdaftar dalam Daftar Umum Merek dengan No. Registrasi IDM000643351, pada kelas 43, yang  tdak sama pada pokoknya dengan Merek “BENSU” yang dimiliki PENGGUGAT", ungkapnya.

Suyud melanjutkan, dalam perkara ini mengenai Gugatan pembatalan pendaftaran Merek yang diajukan, PENGGUGAT telah mencampuradukan pengertian Merek Terkenal (well-known marks), karena merek/penamaan ‘BENSU” yang dimiliki PENGGUGAT sesungguhnya tidak dapat dikualifikasikan sebagai Merek Terkenal karena dasar serta Kriteria Merek Terkenal sudah ada dalam Pasal 21 UU Merek (UU No. 21 Tahun 2016) juncto pasal 18 PermenKum HAM RI No. 67 tahun 2016 tentang Pendaftaran merek, diantaranya harus ada upaya promosi yang gencar dilakukan, reputasi, investasi, pengetahuan masyarakat termasuk pendaftaran di beberapa negara yang harus dipenihi oleh PENGGUGAT. 

"Lebih lanjut dalam perkara ini PENGGUGAT tidak dapat memonopoli suatu penamaan “BENSU”, pungkas Akademisi/Dosen Bidang Kekayaan Intelektual Dr. Suyud Margono, SH.,  MHum., FCIArb.     (bd)