Rabu, 30 Oktober 2019 - 21:46:49 WIB

Wisuda ke 71 Unindra, Rektor Beberkan Prestasi Beberapa Prodi

Penulis : Redaksi
Kategori: DIDAKTIKA - Dibaca: 276 kali


Meski dikenal sebagai kampus dengan biaya pendidikan murah, sangat terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat, ternyata Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) tetap mampu menyelenggarakan pendidikan, proses belajar mengajar dengan sangat baik. Hal itu dibuktikan dengan berbagai prestasi yang ditorehkan beberapa prodi, pada ajang-ajang kompetisi skala nasional.

"Untuk prestasi penelitian, Unindra sudah cukup bagus karena dalam publikasi ilmiah kita berada pada peringkat 120 dari 4.789 perguruan tinggi di Indonesia", kata Rektor Unindra Prof. Dr. H. Sumaryoto dalam sambutannya pada Wisuda Ke 71 Unindra Tahun Akademik Semester Genap 2018/2019, di Sasono Utomo TMII, Jakarta, Rabu (30/10).

Wisuda Ke 71 Unindra ini diikuti 1.133 calon wisudawan yang terdiri dari 983 mahasiswa program S1 dan 150 mahasiswa program Pascasarjana (S2).

"Untuk publikasi ilmiah, kita mendapat prestasi. DKV (Desain Komunikasi Visual) ini sebagai program studi yang mendapat nomor 1 dan 10 besar dosen-dosen DKV, 5 orang dosen menduduki 10 besar berpredtasi", tambah Sumaryoto.

Untuk status jurnal, lanjut Sumaryoto, Unindra sudah memiliki 32 jurnal, 12 sudah terakreditasi,  3 dalam proses akreditasi, dan 17 belum terakrefitasi. "Ini sesuatu yang wajar karena kita berkembang terus, dari 1 jurnal sekarang 32 jurnal hanya dalam 15 tahun. Publikasi untuk artikel dosen pada scopus, kita sudah mencapai 94 publikasi dalam scopus", imbuhnya.

Selain itu, untuk prestasi mahasiswa, 3 program studi berakreditasi A yakni  DKV, Fisika dan Bahasa Inggris (S2) juga menorehkan beragam prestasi.

"Program studi Fisika mendapat prestasi cukup membanggakan, pertama, juara 3 lomba Pameran Produk Mahasiswa di ITB tahun 2018, juara 1 Kompetisi Media Pembelajaran Fisika di Unila tahun 2018, juara 2 Kompetisi Produk Pembelajaran Fisika di Unindra tahun 2018, juara 1 Poster Festival Fisika tahun 2019 di Uhamka, juara 2 lomba Karya ilmiah Nasional Mahasiswa di UTI Bandung tahun 2019. Juara 2 lomba Esai se-Jawa di UIN Jakarta tahun 2019, dan itu semua skupnya nasional", papar Sumaryoto.

"Jadi patut kita banggakan, prodi Fisika ini memang prodi yang paling sedikit mahasiswanya, tapi untuk sementara beprestasi paling banyak di prodinya", ujar Sumaryoto.

Pada program studi Matematika, Mahasiswa Unindra juga meraih banyak prestasi, antara lain, tahun 2017 meraih juara 2 lomba Calculus Cup Tingkat Nasional di UNJ, juara 3 lomba Karya Tulis iImiah Tingkat Nasional di UNJ tahun 2018. Juara 1 lomba Esai Tingkat Nasional di UNJ tahun 2018, dan juara 3 lomba Disain Poster Islamic Fair Tingkat Nasional di Poltek Negeri Jakarta tahun 2019.

Sementara program studi DKV mendapat peringkat 14 dari 17 DKV terbaik di Indonesia.

"Ini merupakan prestasi kita, dengan kepedulian yang tuntas kepada masyarakat, dengan dana kuliah sangat terjangkau, nyatanya kita bisa berkiprah tidak kalah dengan PTN dan PTS yang jauh lebih mahal dari Unindra. Ini tentunya tidak lepas dari pengabdian yang tulus dari para dosen yang berada di garda terdepan dalam rangka melakukan proses belajar mengajar, sehingga bisa menghasilkan lulusan-lulusan dan mahasiswa yang memiliki kompetensi yang kita banggakan", papar Sumaryoto.

Kepada para wisudawan, Sumaryoto berpesan untuk tetap menjaga konsistensi dalam bermasyarakat. "Karena saudara sudah dibekali berbagai macam ilmu sesuai dengan program studi dan juga pembinaan akhlak. Juga agar selalu bersyukur. Dengan rasa syukur insyaallah, akan beruntun nikmat-nikmat yang lain termasuk masa depan yang lebih baik", pungkas Sumaryoto.

Plt. Kepala LL Dikti Wilayah III, yang diwakili oleh Yulianti SE dalam sambutan tertulisnya mengingatkan tantangan yang semakin besar pada era Revolusi Industri 4.0. Karenanya para wisudawan harus terus meningkatkan keterampilan dan menjaga keseimbangan hardskill dan softskill, agar menjadi smart user yang baik di era revolusi 4.0.

"Dengan demikian ilmu pengetahuan yang didapat dapat diharapkan bermanfaat bagi masyarakat luas", ujarnya.

Senada dengan LL Dikti, Ketua BPLP PGRI Prof. Dr. Supardi juga mengajak wisudawan untuk terus belajar namun tetap menjaga jati diri bangsa.

"Di era 4.0 memang ada banyak kompetensi berfikir, doing spirit dikembangkan, yaitu ada critical thinking, creative thinking, collaborative, communicative dan confidance. Tapi jangan pernah lupakan jati diri/ identitas bangsa. Pertahankan, kembangkan nilai-nilai luhur, nilai-nilai budaya, identitas kebangsaan, maka kita akan tetap eksis bahkan mungkin bisa jadi negara adidaya dikemudian hari", tandasnya.   (bp)