Minggu, 29 September 2019 - 01:13:50 WIB

Excellent Teaching University, Unindra Fokus Tingkatkan Kualifikasi Dosen

Penulis : Redaksi
Kategori: DIDAKTIKA - Dibaca: 569 kali


Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) menetapkan target menjadi Perguruan Tinggi yang unggul didalam pembelajaran/ "Excellent Teaching University" pada 2029 mendatang. Berbagai penguatan terus dilakukan untuk meraih target tersebut. Salah satunya adalah bidang SDM, dalam hal ini pemenuhan kualifikasi dosen.

"Sesuai dengan rencana jangka panjang, insyaallah 2029 atau 10 tahun kedepan, kita punya sasaran bahwa Unindra menjadi Perguruan Tinggi yang unggul didalam pembelajaran /excellent teaching university. Oleh karena itu, prioritas pengembangan dosen menjadi sesuatu yang tidak bisa ditawar-tawar", kata Rektor Unindra, Prof. Dr. H Sumaryoto dalam sambutannya saat Wisuda ke-69 Unindra Semester Genap 2018-2019 di Sasono Utomo TMII, Jakarta, Sabtu (28/9).

Sebagaimana diketahui, dalam usianya yang masih terbilang muda, 15 tahun, Unindra memiliki jumlah mahasiswa aktif sebanyak 38 ribu, dan total dosen sebanyak 1.087 orang dosen.

"Dari dosen yang ada, mulai 2018 lalu kita sudah mengirim dosen untuk studi lanjut untuk S3, kemudian juga tahun ini, sehingga total dosen yang sekarang studi S3 dengan bea siswa internal mencapai 128 orang dosen. Dan sementara yang mendapat bea siswa dari pemerintah sebanyak 40 orang dosen", papar Sumaryoto.

Namun demikian, lanjut Sumaryoto, dari sisi kondisi dosen, dalam usia yang baru 15 tahun, konsekuensinya adalah dosen-dosen yang dimiliki tergolong relatif masih yunior, dimana sebagian besar masih asisten ahli (52,62%), sementara yang sudah mencapai Lektor dan Lektor Kepala mencapai 28,16%, dan Guru Besar baru 0,91%. "Ini jadi tantangan kita kedepan", tandasnya.

Sumaryoto menuturkan, sebagai pembanding, UGM, dengan jumlah mahasiswa 40 an ribu, memiliki dosen lebih dari 3.300, dimana Guru Besar nya mencapai 341 orang. "Mudah-mudahan, kita sekuat tenaga akan terus mendorong para dosen untuk studi lanjut maupun memproses kenaikan jenjang jabatan akademik", ujarnya.

Kepada 1.126 wisudawan program S1 dan S2 yang secara khidmat mengikuti jalanya prosesi Wisuda ke-69 ini, Sumaryoto tak lupa berpesan agar pandai-pandai mensyukuri segala nikmat yang diterima.

"Peaan saya, syukuri dulu nikmat lulus sebagai sarjana Unindra. Saudara bisa memperoleh ijasah S1 dengan SPP yang dibandingkan sekolahanpun kita masih dibawahnya. Nah, ini kita harus mensyukuri. Kita syukuri dulu. Jangan bicara pekerjaan. Baik pekerjaan, profesi itu pasti. Karena kita lahir di dunia sudah punya suratan sendiri-sendiri. Kalau kita mensyukuri, kita bisa hidup tenang, menjadi orang beriman, bertaqwa, Allah pasti segera menurunkan berbagai nikmat dan pertolongan", pungkas Sumaryoto.

Tantangan Revolusi 4.0

Dikesempatan yang sama, perwakilan LL Dikti Wilayah III yang menghadiri Wisuda ke-69 Unindra ini mengingatkan, tantangan kedepan yang dihadapi para wisudawan akan sangat besar, yakni revolusi industri 4.0 dimana tenaga manusia akan diganti mesin/ robot. Karena itu wisudawan dituntut untuk terus meningkatkan kualitas keterampilannya dengan teknologi digital.

"Karena tidak dapat dipungkiri akan hadir berbagai profesi baru yang mengandalkan teknologi dalam pelaksanaannya. Maka keseimbangan hardskill dan softskill harus dimiliki oleh para wisudawan agar menjadi smart user di era industri 4.0. Semoga bekal hardskill dan softskill yang telah Anda peroleh menjadi modal untuk saudara mulai berkarya bagi negeri ini", ujarnya.

Hal yang sama disampaikan perwakilan YPLP Pusat PGRI, Prof. Dr. Dederosada MA., "Revolusi 4.0 diperkirakan akan tiba untuk indonesia pada tahun 2026. Persiapkan diri dengan mengembangkan kreatifitas dan inovasi. Inilah saatnya saudara membuktikan bahwa alumni Unindra adalah the best", imbuhnya.

Sementara perwakilan YPLP PGRI DKI Jakarta berpesan agar wisudawan tidak lupa mengembangkan akhlak dan karakter yang baik. "Di masa mendatang para alumni Unindra diharapkan dapat mewujudkan kinerjanya yang berkualitas.

Kerja keras, kecerdasan, kreatifitas dan inovasi yang dimiliki harus didukung oleh akhlak dan karakter yang baik.Tengoklah masa lampau. Perbandingkan dengan masa kini. Lalu perbaiki untuk masa mendatang", pesannya.   (bp)