Sabtu, 27 Juli 2019 - 16:28:51 WIB

Dosen BSI Berikan Pelatihan Penggunaan Web E-Commerce di Kebon Pala

Penulis : Redaksi
Kategori: METROPOLITAN - Dibaca: 612 kali


Guna meningkatan pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam mendukung usaha peningkatan pendapatan keluarga (UP2K), beberapa Dosen Universitas Bina Sarana Informatika (BSI) memberikan Pelatihan Penggunaan Web E-Commerce kepada Komunitas Usaha Kebon Pala Berseri, di RPTRA Kebon Pala, kec. Makasar, Jakarta Timur, Sabtu (27/7). Kegiatan ini juga merupakan salah satu tri dharma perguruan tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan ini dibuka oleh Eka Dyah Setyaningsih, SE, MM, selaku Ketua Pelaksana kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Selain Eka Dyah Setyaningsih, dosen lain yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Ida Zuniarti, SE, MM dan Titik Misriati, M.Kom. 

Sementara peserta dari pelatihan ini berasal dari warga masyarakat yang tergabung dalam komunitas usaha di Kebon Pala, yakni kelompok Wanita Tani (KWT) Matahari dengan Ketua Warsiti.

Adapun pembicara dalam pelatihan web e-commerce adalah Yoseph Tajul Arifin, M.Kom. yang memberikan pengarahan bagaimana menggunakan fitur-fitur yang tersedia dengan mudah sehingga dapat menarik para konsumen untuk dapat berkunjung di website dan membeli produk secara online menggunakan web e-commerce. 

"Web ini didesain sesuai dengan kebutuhan dari KWT Matahari dan untuk membantu mempermudah dalam transaksi penjualan yang dilakukan", jelas Yoseph Tajul.

Dalam pengabdian masyarakat ini juga dilibatkan para mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika dengan tujuan menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh dibangku kuliah, agar kelak bisa terjun langsung ditengah masyarakat.

Pelatihan Penggunaan Web E-Commerce ini berjalan dengan lancar dan mendapat sambutan yang baik dari peserta. Para peserta terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan hingga akhir acara. 

"Kami berharap pelatihan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Kebon Pala pada umumnya dan bagi KWT Matahari pada khususnya", pungkas Ida Zuniarti,   (red)