Senin, 24 Juni 2019 - 16:57:44 WIB

BBTMC Info Tetap Dapat Diakses Setelah Serangan Terhadap Telegram

Penulis : Redaksi
Kategori: NASIONAL - Dibaca: 247 kali


Hingga kini bot chat BBTMC Info masih berjalan normal, kendati aplikasi Telegram mengalami serangan DDoS (Distributed Denial of Service ) minggu lalu. Untuk sementara radar Furuno dinonaktifkan karena curah hujan di Jabodetabek berkurang.

“Insiden DDoS pada aplikasi Telegram tidak mempengaruhi layanan data BBTMC Info, karena data dan script ada di server milik Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca,” ujar Halda Aditya Belgaman, Perekayasa Muda sekaligus Group LeaderPrediksi Cuaca dan Evaluasi Proses Teknologi Modifikasi Cuaca BBTMC–BPPT di Jakarta, Senin (24/6/2019).

Aplikasi Telegram mengalami seranganDDoS bertubi-tubi pada Rabu (12/6). DDoSmerupakan serangan yang berusaha mengambil kontrol dari perangkat yang terinfeksi dengan malware untuk membebani server platform dengan membanjiri trafik dalam jumlah besar. Dampak serangan ini, mengganggu koneksi server di internet.

BBTMC Info yaitu informasi cuaca near-real-time berbasis aplikasi percakapan (chat) Telegram yang mudah diakses masyarakat luas. "Mungkin yang akan berpengaruh akibat insiden DDoS kemarin adalah koneksi masing-masing pengguna ke aplikasi Telegram yang mungkin bakalcrash.  Namun, jika pengguna bisa terhubung ke aplikasi Telegram dan meminta data dari BBTMC Info , maka dipastikan data akan terkirim,” papar Aditya.

Akun bot BB-TMC berisikan berbagai informasi cuaca seperti monitoring hujan berdasarkan observasi radar Furuno, prediksi cuaca WRF (Weather Research and Forecasting), serta beberapa informasi pengamatan atmosfer lainnya. 

Informasi cuaca diperoleh pengguna hanya dengan menambahkan akun BBTMC Info dalam aplikasi Telegram. Kepala BBMTC-BPPT Tri Handoko Seto mengatakan akun BBTMC Info dibuat berdasarkan data riset para peneliti  BB-TMC mengenai ragam informasi cuaca. “Pengguna bisa memperoleh informasi seputar pantauan cuaca harian hingga prediksi cuaca,” ujarnya.

Tri Handoko Seto mengatakan, untuk sementara radar Furuno Dual Polarization X-Band  dinonaktifkan dikarenakan curah hujan di Jabodetabek sudah berkurang. Radar Furono saat ini ditempatkan di Serpong untuk monitoring curah hujan dan terjadinya genangan di suatu wilayah dengan radius jangkauan dapat mencapai 70 km persegi.  

“BBTMC Info masih dapat mengirimkan data terkini, kecuali permintaan data curah hujan melalui fitur radar,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza mengatakan BPPT akan terus mendukung dan mendorong BBTMC agar semua hasil inovasi dan layanan teknologi dapat didesiminasikan ke masyarakat sebagai bentuk pertanggungjawaban BPPT dalam melayani publik.